Samarinda, Busam.ID – Polisi masih mendalami penyebab tewasnya Muhammad Aidil (35), pekerja pengolahan batu bara, setelah terjatuh ke dalam mesin coal crusher di kawasan di area perusahaan PT MNC di Kelurahan Bentuas, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda Rabu (17/6/2026) malam. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dan penerapan keselamatan kerja di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Rachmat Aribowo mengatakan, insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Sebelum kejadian, terdapat batu bara yang tersangkut di bagian feeder crusher sehingga mengganggu proses operasional.
Korban kemudian berinisiatif memperbaiki sendiri bagian yang tersumbat tersebut. Dengan menggunakan tali, Aidil sempat naik ke bagian feeder sebelum turun menuju area primary crusher. Namun saat berada di sekitar mesin, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke dalam crusher yang sedang beroperasi.
“Korban tidak sendirian. Ada rekan kerja yang menjadi saksi saat korban berinisiatif memperbaiki batu bara yang tersangkut tersebut,” ujar Rachmat, Kamis (18/6/2026).
Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia dengan luka yang sangat parah. Polisi menyebut kondisi tubuh korban mengalami kerusakan serius dengan sejumlah tulang patah.
Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengungkap secara pasti penyebab kecelakaan kerja tersebut. Sedikitnya 4 orang telah dimintai keterangan dan jumlah saksi masih dimungkinkan bertambah.
“Kami masih mendalami terkait unsur kelalaian, termasuk aspek keselamatan dan keamanan kerja di lokasi kejadian,” tegas Rachmat.
Kasus kecelakaan kerja yang merenggut nyawa warga Jalan Mangkurawang tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Samarinda guna memastikan ada tidaknya pelanggaran prosedur keselamatan kerja yang menjadi penyebab tragedi itu. (zul)
Editor: M Khaidir


