Samarinda, Busam.ID – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus melakukan upaya peningkatan kemantapan jalan nasional melalui pekerjaan perbaikan perkerasan beton semen di ruas Simpang Perdau–Batu Ampar.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh PPK 2.4 BBPJN Kaltim tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan guna menjaga kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut.
Pekerjaan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan pada lapisan perkerasan beton, sehingga dapat mengembalikan kondisi jalan agar tetap laik dilalui kendaraan, baik angkutan barang maupun kendaraan masyarakat.
PPK 2.4 BBPJN Kaltim, Muhammad Saleh, mengatakan perbaikan dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga umur layanan jalan sekaligus memastikan konektivitas antarwilayah tetap berjalan lancar.
“Perbaikan perkerasan beton semen di ruas Simpang Perdau–Batu Ampar terus kami laksanakan secara bertahap sesuai kondisi lapangan. Kegiatan ini bertujuan menjaga kemantapan jalan nasional agar tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga,” ujarnya.
Menurut Saleh, ruas Simpang Perdau–Batu Ampar memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kutai Timur. Karena itu, pemeliharaan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih besar di kemudian hari.
Selain meningkatkan kualitas permukaan jalan, pekerjaan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan perkerasan yang dapat mengganggu kenyamanan berkendara.
BBPJN Kaltim juga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintas di area pekerjaan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Dengan perbaikan yang terus dilakukan, ruas Simpang Perdau–Batu Ampar diharapkan semakin mantap dan mampu mendukung konektivitas wilayah serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kaltim. (adit)
Editor: M Khaidir


