Samarinda, Busam.ID – Suasana tenang di kawasan Jalan Margo Utomo, RT 26, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, mendadak berubah geger setelah warga menemukan sesosok jasad pria lanjut usia di area perkebunan, Sabtu (25/7/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Madianto (70) atau yang akrab disapa Mbah Madi. Saat ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita, kondisi jasad sudah membusuk dan tergeletak tertelungkup di tengah kebun.
Penemuan jasad pertama kali dilaporkan oleh Kadeni, warga yang sedang mencari kayu bakar di sekitar lokasi. Ia mengaku awalnya mencium bau menyengat sebelum akhirnya menemukan sesuatu yang mencurigakan.
“Saya awalnya cari kayu. Ada bau-bau, makin saya dekati baunya makin kuat. Awalnya belum kelihatan jelas, cuma terlihat hitam dan posisi tertelungkup. Pas saya lihat sedikit bagian kakinya, saya langsung yakin itu manusia, terus saya lari memanggil Pak RT,” ujarnya.
Kadeni mengaku mengenal korban yang memang kerap berada di kawasan tersebut. Menurutnya, Mbah Madi merupakan warga sekitar yang sudah lama tinggal di lokasi itu.
Menerima laporan warga, personel Polresta Samarinda, Polsek Sungai Pinang bersama tim Inafis dan relawan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Pamapta 1 Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengatakan pihaknya menerima informasi sekitar pukul 10.30 Wita terkait adanya penemuan mayat di area perkebunan Jalan Margo Utomo.
“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diperkirakan sudah meninggal kurang lebih 3 hari. Namun untuk penyebab kematian maupun ada tidaknya unsur kekerasan masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” jelasnya.
Polisi menyebut identitas korban telah dipastikan sebagai Madianto, pria berusia sekitar 70 tahun. Hingga kini, petugas belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian karena jenazah masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Usai proses identifikasi dan olah TKP selesai, jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematiannya. (zul)
Editor: M Khaidir


