Cemburu, Petani di Samarinda Bacok Tetangga Pake Dodos dan Celurit

Busam ID
Barang bukti pelaku berupa senjata tajam yang telah diamankan oleh Polsek Sungai Pinang. (Humas Polresta Samarinda)

Samarinda, Busam.ID – Hanya karena motif cemburu dan dendam lama, seorang petani paruh baya di Kota Samarinda tega membacok tetangganya sendiri hingga kritis dan mandi darah, Jumat (23/10/2026).

Aksi penganiayaan berdarah terjadi di kawasan perkebunan Jalan Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara. Pelaku berinisial R (59) menyerang korban, La Takka, menggunakan alat perkebunan berupa dodos dan celurit hingga korban mengalami patah tulang parah dan luka sobek hebat.

Korban dalam keadaan kritis saat ditemukan di kawasan kebun Batu Besaung. (Humas Polresta Samarinda)

Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksarudin, membenarkan peristiwa berdarah tersebut melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (24/10/2026) malam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pihak kepolisian, insiden memilukan ini dipicu oleh rasa cemburu yang dipendam pelaku terhadap korban. Pelaku merasa geram lantaran menuding korban sering melirik mantan istrinya.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 13.00 WITA. Saat itu pelaku R sedang mengolah kebunnya dengan membawa perkakas dodos sawit dan celurit. Dari kejauhan, R melihat korban melintas mengendarai sepeda motor.

Ketika korban menghentikan motornya dan turun sambil membawa sebilah parang, R mengira korban sengaja mendatangi dirinya untuk menantang. Tersulut emosi yang sudah memuncak, R tak membuang waktu. Dari arah belakang, ia langsung menyergap dan mengayunkan dodos tajam ke arah tubuh korban, dilanjutkan dengan sabetan celurit secara bertubi-tubi.

Usai membuat korban terkapar tak berdaya pada pukul 14.20 WITA, pelaku R berjalan kaki meninggalkan TKP. Dengan pakaian dan perkakas yang masih berlumuran darah, R mendatangi rumah salah seorang warga sekitar.

Tanpa rasa panik, pelaku meminta warga tersebut untuk mengantarkannya langsung ke kantor polisi. “Pelaku menghampiri rumah saksi sambil membawa dodos dan celurit. Ia meminta saksi mengantarkannya ke kantor polisi karena mengaku baru saja memukul dan melukai korban,” terang Aksarudin.

Mendengar pengakuan horor tersebut, saksi bergegas mengbonceng pelaku menggunakan sepeda motor menuju Mapolsek Sungai Pinang untuk menyerahkan diri beserta barang buktinya.

Menerima penyerahan diri pelaku, jajaran Polsek Sungai Pinang bersama personel Beat Patroli 04, SPKT, Bhabinkamtibmas, dan Beat Patroli 110 Polresta Samarinda langsung meluncur cepat ke lokasi kejadian.

Setibanya di TKP, petugas menemukan korban tergeletak di atas tanah perkebunan dengan kondisi yang mengenaskan. Tubuhnya berlumuran darah dengan luka sabetan di berbagai bagian tubuh. Meski mengalami fraktur (patah tulang) parah pada tangan kanan dan beberapa luka sobek berat, korban dilaporkan masih dalam keadaan sadar.

Petugas di lapangan segera mengamankan lokasi dan memberikan pengawalan hingga tim medis dan ambulans tiba di TKP pada pukul 15.15 WITA. Korban langsung dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani operasi penanganan darurat.

Dalam kasus ini, aparat kepolisian telah mengamankan barang bukti utama berupa, 1 (satu) buah dodos bergagang kayu, 1 (satu) bilah celurit tajam.

Saat ini pelaku R telah dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Sungai Pinang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam dijerat pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan korban luka parah. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *