Samarinda, Busam.ID – Setelah 2 bulan tiada henti bertaruh nyawa menembus pekatnya kabut asap dan kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi fisik sekitar 100 relawan kebencanaan di Kota Samarinda mulai mendapat perhatian khusus.
Guna memastikan kondisi stamina serta memitigasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipusatkan di Kantor BPBD Kota Samarinda, Rabu (7/10/2026).
Pemeriksaan kesehatan massal terbagi dalam 2 gelombang, yakni sesi pagi pukul 08.30–10.30 WITA dan sesi siang pukul 13.00–15.00 WITA, dengan alokasi 50 orang per sesi.
Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto yang akrab disapa Jokis, menjelaskan, inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara unsur relawan, BPBD, Disdamkar, dan Pemkot Samarinda sebagai bentuk deteksi dini atas risiko kesehatan di lapangan.
“Selama 2 bulan terakhir, teman-teman relawan tiada henti melakukan pemadaman karhutla di Samarinda. Mereka bertaruh nyawa di garis depan, berhadapan langsung dengan kobaran api dan racun kabut asap,” ujar Jokis.
Dia membeberkan, sengatan asap pekat dari sisa kebakaran lahan di titik-titik rawan seperti Sambutan, Makroman, Sungai Siring, Pampang, hingga kawasan Betapus sangat menyiksa saluran pernapasan para relawan. Bahkan, sejumlah insiden keselamatan sempat terjadi selama aksi pemadaman berlangsung.
“Catatan kami ada sekitar 15 relawan yang sempat mengalami sesak napas saat bertugas. Bahkan ada juga insiden relawan yang terkena jilatan api. Karena itu, faktor safety dan cek kesehatan berkala seperti ini wajib jadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemeriksaan kesehatan menerjunkan tim medis dari Puskesmas Temindung dan Puskesmas Remaja. Tim yang bertugas terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga analis laboratorium, hingga apoteker. (zul)
Editor: M Khaidir


