Rekaman Jejak Hitam Sindikat Pembobol ATM Lintas Pulau Berhasil Dibongkar

Busam ID
Jajaran Polresta Samarinda memperlihatkan barang bukti kejahatan dari sindikat spesialis pembobol ATM antarpulau dalam konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Kamis (5/11). (By humas polresta samarinda)

SAMARINDA, Busam.ID — Kota Tepian kembali dikejutkan oleh aksi kriminalitas kelas kakap. Hanya dalam kurun waktu kurang lebih 2 jam, komplotan spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sukses menguras isi 2 mesin sekaligus di Jalan Cendana, RT 15, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Skema kejahatan terstruktur ini dibongkar tuntas oleh jajaran Polresta Samarinda dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Eko Novan Prasetyo Puspito, didampingi Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Abdillah Dalimunthe. Paparan resmi tersebut digelar di Aula Rupatama Lantai II Mapolresta Samarinda, Kamis (5/11).

Di hadapan awak media, Kombes Pol Eko Novan membeberkan bahwa para pelaku bekerja dengan perhitungan waktu yang sangat cermat. Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, eksekusi pembobolan hingga pengurasan brankas mesin uang itu rampung hanya dalam tempo dua jam.

“Berdasarkan hasil rangkaian penyelidikan yang dilakukan pihak penyidik, para pelaku ini melakukan aksinya dari awal sampai pembobolan itu kurang lebih dua jam,” ungkap Kombes Pol Eko Novan.

Di balik kesuksesan sesaat mereka membobol brankas, tersimpan proses perencanaan matang yang telah dirancang jauh-jauh hari. Para pelaku terpantau mulai mengintai dan memetakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) sejak Kamis (29/10).

Niat jahat tersebut sejatinya hendak dieksekusi pada akhir pekan pertama, namun terpaksa tertunda akibat kalkulasi waktu yang meleset menjelang fajar.

“Jadi memang sudah mereka rencanakan. Sabtu mereka mau beraksi itu gagal karena keburu subuh. Kemudian dilanjutkan Minggu, di situlah mereka berhasil melancarkan aksinya,” terangnya.

Dalam melancarkan aksinya, komplotan ini membagi tugas secara spesifik guna meminimalisir risiko tertangkap basah. Sindikat ini digawangi oleh dua orang tersangka berinisial DA alias Pentol (34) dan AM (44).

DA alias Pentol bertindak sebagai pengaman ring luar. Tugasnya meliputi memutus aliran listrik di sekitar gerai untuk melumpuhkan sistem alarm otomatis, sekaligus berjaga di sekitar lokasi untuk memantau situasi dari luar.

Sementara itu, otak di balik kejahatan ini sekaligus eksekutor utamanya adalah tersangka berinisial AM. Dengan kelincahannya, AM menyusup ke dalam toko melalui atap bangunan yang sengaja dijebol. Sebelum beraksi, ia terlebih dahulu melumpuhkan kamera pengawas (CCTV), kemudian menghancurkan badan dua mesin ATM menggunakan gerinda listrik.

“Para pelaku ini memiliki peran masing-masing. AM ini sebagai eksekutor sekaligus otak dari pembobolan ATM,” tegas Kapolresta.

Dari pembobolan dua mesin ATM tersebut, para pelaku sukses meraup uang tunai sekitar Rp450 juta. Kendati demikian, aparat kepolisian bergerak sigap dan berhasil mengamankan sebagian besar barang bukti berupa sisa uang tunai sebesar Rp240 juta.

Sebagian dana lainnya ternyata telah lebur dinikmati para pelaku untuk membiayai gaya hidup instan serta menutupi kewajiban finansial mereka.

“Mulai dari merental mobil rute Samarinda-Balikpapan, biaya menginap di hotel, hingga membayar utang. Kalau motif aksi pencurian tersebut murni untuk keperluan ekonomi mereka,” tutur Kombes Pol Eko Novan.

Pengembangan penyidikan lebih lanjut membuka tabir gelap bahwa kedua tersangka bukanlah pemain kemarin sore. Keduanya tercatat sebagai residivis kambuhan dengan catatan kriminal pada kasus serupa, serta beroperasi sebagai jaringan profesional antarpulau.

“Jadi, mereka ini residivis kasus yang sama, spesialis pembobol ATM antarprovinsi atau pulau,” timpal Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Abdillah Dalimunthe.

Sebelum menancapkan aksi suksesnya di Jalan Cendana Samarinda, sindikat ini sempat mencoba peruntungan di Kota Balikpapan dengan menyasar tiga gerai berbeda. Namun, upaya tersebut kandas lantaran mereka terburu-buru waktu, hingga akhirnya memutuskan bergeser ke Samarinda pada 26 Oktober.

Rekam jejak sindikat ini bahkan terbentang melintasi batas geografis Nusantara. Berdasarkan pengakuan tersangka AM kepada penyidik, sepak terjang kejahatan mereka telah merambah ke berbagai provinsi lain, bahkan hingga ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Iya, mereka ini antarpulau ya, sampai ke NTT itu pengakuan dari AM, serta beberapa provinsi lainnya,” tutup Dalimunthe. (Zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *