4 Tahun Berdiri, Pembuatan Film Pendek Hasil Karya Layar Mahakama Hampir Capai Angka 100

BusamID
4 Tahun Berdiri, Pembuatan Film Pendek Hasil Karya Layar Mahakama Hampir Capai Angka 100. Foto: BusamTV

Samarinda, Busamtv – Semua penonton tertegun melihat karya seni berupa film pendek dari Layar Mahakama pada Sabtu malam, 30 Oktober 2021, tepatnya di Cafe Busam Area, Jalan Wahid Hasyim 1, No 17 B, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda.

Pemutaran 4 (empat) film pendek karya Mahakama itu ditayangkan secara bergantian dengan judul Alvin, Brainstress, Layu & Mekar serta Sajen. Acara tersebut digawangi salah satu pengurus Layar Mahakama, Muhammad Al Fayed.

Menurut Fayed, dihadirkannya acara ini sebagai salah satu agenda musyawarah berupa Screening hingga diskusi maupun silaturrahmi untuk seluruh kru Layar Mahakama.

“Total database karya film pendek sineas lokal yang kami buat sudah hampir menyentuh angka 100 dari tahun 2017. Bagi kami semua film karya sineas lokal Kaltim sangat mengesankan. Semangat mereka berkarya dan berani memutarkan karyanya dapat diapresiasi oleh publik dan ini adalah hal yang luar biasa,” ungkapnya kepada Busamtv.com.

Dirinya juga menjelaskan bahwa penayangan ke-4 film pendek itu tidak dilakukan melalui platform manapun seperti kanal Youtube atau media online yang lain, melainkan pemutarannya secara offline.

Fayed menyebutkan, dari setiap karya film pendek yang telah dibuat, masing-masing memiliki tingkat kesulitan. Mulai dari kesulitan biaya, jumlah kru maupun hal lainnya.

“Selama ini Layar Mahakama selalu menggunakan biaya sendiri untuk setiap proses pembuatan film pendek. Namun, beberapa event, kami sempat dibantu pihak swasta maupun dinas-dinas terkait untuk mewadahi pemutaran film pendek karya sineas Kaltim”, terangnya.

Ketika ditanya soal bantuan pemerintah, ia menuturkan pernah ada beberapa bantuan dari dinas terkait namun tidak meng-cover biaya secara penuh proses pembuatan film yang dilakukan.

“Visi misi kami adalah ingin menjadi sebuah wadah pemutaran, belajar, dan juga sebagai tempat untuk mengapresiasi film-film alternatif di Kaltim. Kami juga ingin mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas serta mampu berperan aktif dalam dunia perfilman”, tutupnya.(*)(Ryan/TW)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *