Samarinda, Busam.ID – Antusiasme peserta Samarinda Half Marathon berubah menjadi kekecewaan. Puluhan pelari yang mendatangi lokasi pengambilan race pack di kawasan Taman Buah, Jumat (19/6/2026) sore, mendapati tenda penyelenggara kosong tanpa kehadiran panitia.
Salah seorang peserta, Apriliadi Wijaya, mengaku sengaja datang dari Balikpapan untuk mengikuti kategori 21 kilometer. Ia telah mendaftar sejak Desember 2025 dan membayar biaya pendaftaran sekitar Rp300 ribu.
Namun setibanya di lokasi menjelang pelaksanaan lomba, tidak ada 1 pun panitia yang bisa ditemui. “Nomor peserta belum dibagikan, tendanya kosong. Padahal promosi di Instagram jalan terus, bahkan masih membuka pendaftaran tambahan. Kami sudah bayar lunas, bukan kredit. Kalau seperti ini jatuhnya penipuan,” ujarnya.
Apriliadi mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut karena kegiatan itu membawa nama Kota Samarinda. Dia sempat menghubungi penyelenggara melalui pesan langsung (DM), namun respons yang diterima dinilainya tidak memuaskan.
Memanasnya situasi membuat personel piket Pam Obvit (Pampta) Polresta Samarinda turun ke lokasi. Piket Pampta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengatakan polisi menerima laporan adanya kerumunan peserta yang mendatangi lokasi event di Taman Buah.
“Saat kami tiba di lokasi memang banyak masyarakat yang akan mengikuti kegiatan tersebut, namun ternyata dari panitia tidak ada di lokasi,” ujarnya.
Polisi kemudian melakukan pengamanan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi keributan maupun aksi perusakan.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan agar melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Samarinda untuk diproses lebih lanjut,” katanya.
Menurut Mat Bahri, hingga Jumat malam sudah ada sebagian peserta yang membuat laporan resmi ke Polresta Samarinda terkait dugaan kerugian yang dialami.
Sementara itu, para peserta masih berharap pihak penyelenggara menunjukkan itikad baik dan memberikan kejelasan terkait nasib pelaksanaan Samarinda Half Marathon yang sedianya digelar akhir pekan ini. (zul)
Editor: M Khaidir


