Penataan, Kuali Etam Curhati Dewan Minta Bisa Tetap Jualan

BusamID
Angkasa Jaya (Kiri Pertama) Didampingi Dewan Penasehat Kerukunan Warga Peduli Folder Air Hitam (Kuali Etam) (Kiri Kedua) Dan Beberapa Perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) Rabu, (22/12/2021). Foto : Istimewa

Samarinda, Busam.ID – Merasa terganggu piring nasinya lantaran penataan kawasan yang dilakukan Pemkot Samarinda, perwakilan para Pedagang Kaki Lima (PKL) tergabung dalam Kerukunan Warga Peduli Folder Air Hitam (Kuali Etam) Kecamatan Samarinda Ulu, mengadukan nasibnya ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Rabu (22/12/2021).

Perwakilan PKL yang tergabung dalam organisasi Kerukunan Warga Peduli Folder Air Hitam (Kuali Etam) itu, menyampaikan keluh kesahnya terkait penataan yang dilakukan Pemkot. Perwakilan Kuali Etam berharap agar penataan yang dilakukan Pemkot Samarinda di kawasan mereka mencari penghidupan, tidak sampai menutup kegiatan jualan mereka sehari-hari.

Didampingi Dewan Penasehat Kuali Etam Mis Heldy Zahri, kedatangan sejumlah perwakilan pedagang Kuali Etam diterima Ketua Komisi III DPRD Samarinda Angkasa Jaya Djoerani.

Mengawali pertemuan tersebut, Mis Heldy Zahri menjelaskan maksud kedatangan mereka di gedung wakil rakyat. Kuali Etam memberikan beberapa catatan terkait rencana penataan kawasan folder yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Menurut Mis Heldy Zahri semua PKL dalam wadah Kuali Etam menyampaikan harapan agar selama proses penataan kawasan folder Air HItam berlangsung, pihaknya tetap dapat melakukan aktivitas berjualan seperti biasanya.

“Harapan dari teman-teman semua sih tetap ada izin untuk terus berjualan. Jika ditemukan aktivitas jualan mereka mengganggu keindahan kota, alangkah baiknya Pemkot merapikan, tapi jangan sampai menutup. PKL bakal nurut koq,” ungkap Heldy.

Tidak hanya itu, dia juga meminta kepada DPRD Samarinda melalui Komisi III agar para pedagang yang telah terdaftar menjadi prioritas Pemkot untuk menjalankan usahanya pasca penataan di folder.

“Untuk saat ini yang sudah terdata ada sekitar 50 orang. Semoga nantinya mereka tetap jadi prioritas untuk menjalankan usaha mereka. Kami mengantisipasi jangan sampai nanti malah orang luar yang belum terdata didahulukan kesempatan berjualan,” tegasnya.

Ia melanjutkan setelah pertemuan yang digelar dengan anggota DPRD, pihaknya akan mendatangi gedung Balai Kota dengan tujuan yang sama, menindaklanjuti harapan PKL di kawasan folder Air Hitam agar dapat terus berjualan sementara penataan berjalan.

“Rencana minggu depan kami akan ke sowan ke Bapak Wali Kota terkait permohonan kami agar Pemkot bisa memberikan kami izin untuk berjualan, tentu berdasarkan aturan dari pemerintah,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Angkasa Jaya menyebutkan dirinya sangat mengapresiasi kedatangan PKL tersebut. Dengan tujuan baik, dia pun mendengar dan menampung seluruh aspirasi dari perwakilan Kuali Etam.

Walaupun proses penataan masih dalam pembahasan, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Pemkot agar pada pelaksanaannya nanti para pedagang yang berjualan di folder tetap berjalan namun harus diakomodir dengan baik.

“Saya sangat apresiasi kedatangan mereka dan nanti saya akan meminta pihak pemerintah untuk mengakomodir para pedagang dengan baik biar semuanya dapat berjalan. Pembangungan jalan, ekonomi juga tetap jalan,” tuturnya. (mm/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *