Fari: Lebih Realistis Jalan Lingkar dan Peremajaan Angkutan Umum
Samarinda, Busam.ID – Rencana mega proyek skytrain atau kereta api layang, dinilai prestesius oleh pengamat kota Farid Nurrahman. Menurut Farid, Samarinda belum perlu skytrain dipandang dari jumlah penduduk dalam hal ini kepadatannya, serta sinergisitas dengan rencana pembangunan yang lain. Malah menurut Farid, saat ini lebih realistis membangun jalan lingkar dan peremajaan angkutan umum untuk memecah kemacetan di jalur jalan kota.
“Sah-sah saja rencana membangun skytrain itu. Namun dikaji lebih dalam apakah kebutuhannya sangat urgent atau tidak. Di antaranya melalui studi transportasi atau kelayakan,” nilai Farid.
Menurut Farid, jumlah penduduk Samarinda belum sampai 1 juta orang. DIbanding luasan areal Samarinda, masih terbuka lahan untuk penataan mengurai kemacetan.

“Apakah Samarinda ini sudah butuh skytrain? Sebab penduduknya belum sampai 1 juta. Kalau diproyeksikan untuk 20-25 tahun ke depan dan IKN jadi pindah, Samarinda jadi kota penunjang, maka wajar saja membangun skytrain,” ungkap Farid.
Pembangunan yang realistis saat ini terang Farid, dalam tujuan mengurai kemacetan yang terjadi di jalur jalan kota adalah, Pemkot bisa melanjutkan pembangunan jalan lingkar yang sudah ada. Dia melihat, perencanaan jalan lingkar itu sudah sampai ke Bandara APT Pranoto.
“Meneruskan pembangunan jalan lingkar, lebih realistis untuk dijalankan dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan. Pembiayaannya pun diperkirakan tidak sebanyak dibanding membangun skytrain,” imbuh Farid.
“Misal dari BIG Mall sampai ke pelabuhan. Lalu diikuti jalur-jalur lain. Didalami dengan sisi studinya. Mana jalur yang layak atau hanya perlu meremajakan angkutan umum yang ada atau perlu tambahan busway. Sebab transportasi perkotaan itu berjenjang. Disesuaikan dengan kebutuhan kotanya. Lebih baik perbaiki jalur transportasi umum sebelum ada skytrain,” pungkas pria berkacamata ini.
Jika Pemkot melanjutkan pembangunan jalan lingkar ini, selain realistis terhadap anggaran dan waktu pelaksanaan, pembangunan jalan lingkar ini akan berekses terhadap peremajaan angkutan umum yang ada. (aji/an)








