Polemik SMAN 10 Tak Berkesudahan Siswa Jadi Korban

BusamID
Ketua Komisi IV Rusman Yaqub . Foto: Istimewa

Samarinda, Busam.ID – Polemik pemindahan SMAN 10 Samarinda yang tak berkesudahan akhirnya memancing komentar wakil rakyat. Ketua Komisi IV Rusman Yaqub menyebut, jika tak diakhiri konflik SMAN 10 bakal berdampak pada kualitas jebolan sekolah unggulan tersebut. Sebagaimana diketahui publi, SMAN 10 adalah sekolah unggulan Kaltim yang menyediakan asrama bagi siswa dari luar daerah.

“Ya kalau tidak segera dituntaskan, bakal berdampak pada kualitas lulusan sekolah unggulan ini. Untuk menghasilkan kualitas lulusan yang cemerlang, proses kegiatan belajar mengajar multak perlu ketenangan,” cetus Rusman.

Demo penolakan pemindahan SMAN 10 dari lokasi awalnya di gedung Jl HAM Rifadin atau selama ini dikenal Yayasan Melati, dilatari faktor 3 faktor. Pertama lokasi, kedua zonasi dan ketiga pengosongan gedung Yayasan Melati yang dianggap sebagai pemicu konflik, terlebih status aset yayasan tersebut sebenarnya sudah menjadi milik Pemprov Kaltim.

Rusman mengaku juga heran dengan pemikiran Pemprov yang ngotot untuk memindahkan lokasi SMAN 10 dari lokasi awalnya di seberang ke Sempaja. Mengingat tiga kecamatan di seberang yakni Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir dan Palaran hanya memiliki satu sekolah tingkat atas negeri yakni SMAN 10. Hanya saja Rusman mengaku pihaknya belum bisa menanggapi jauh, mengingat SMAN 10 harus memanggil terlebih dahulu Disdikbud Kaltim, terkait persiapan pemindahan lokasi sekolah.

“Jika kondisi pemindahan lebih menyulitkan proses KBM, maka kami akan tinjau dan desak Pemprov agar mengurungkan niat tersebut. Namun jika ternyata di tempat yang baru kondisinya lebih baik dalam mendukung proses KBM, kenapa kita tidak dukung keputusan Pemprov,” tandas Rusman.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Anwar Sanusi. Foto: istimewa

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Anwar Sanusi secara terpisah pada awak media mengungkapkan, lokasi yang akan ditempati SMAN 10 Samarinda adalah Education Center di Jl PM Noor Sempaja. Bukan lokasi Kampus B SMAN 10 di Jl Perjuangan Sempaja.

“Keduanya baik Kampus A di Jl HAM Rifadin maupun di Kampus B di Jl Perjuangan Sempaja, semua lokal SMAN 10 akan difokuskan di Education Center Samarinda Jl PM Noor. Fasilitas di Education Center Samarinda kami jamin lebih baik dari kondisi di Yayasan Melati saat ini. Kecuali masjid, fasilitas yang lain terbilang sudah siap untuk menampung siswa dan penyelenggaraan KBM. Hanya masjid yang saat ini masih dikejar penyelesaiannya,” terang Anwar.

Dipindahkannya SMAN 10 ke Education Center menurut Anwar, agar aset daerah demi kepentingan dunia pendidikan itu bermanfaat dan selaras mendukung sekolah unggulan Kaltim.

“Sekolah unggulan ditempatkan di fasilitas sentral pendidikan, sebenarnya saling mendukung. Jika masih ada penolakan, sebaiknya cek dulu kondisi Education Center di Jl PM Noor saat ini,” imbuh Anwar.

Berkenaan trasportasi, menurut Anwar Pemprov Kaltim sudah menyiapkan bis sekolah yang akan berhalte di dua lokasi seberang yakni Harapan Baru dan Samarinda Seberang. Sehingga siswa dari kawasan seberang tidak akan menemui kendala trasportasi. Kecuali harus datang lebih pagi, karena perjalanan dari seberang ke Education Center memakan waktu kurang lebih setengah jam.

Sementara mengenai masalah zonasi terkait tidak adanya lagi sekolah tingkat atas negeri di kawasan seberang, Anwar mengaku pihaknya segera menyiapkan sekolah pengganti. Sehingga lulusan SLTP di seberang tahun depan tetap dapat melanjutkan pendidikannya dalam zonasi.

Akan halnya aset Kampus B SMAN 10 di Jl Perjuangan Sempaja, menurut Anwar nantinya akan ditempati SMAN 16 yang selama ini numpang aset gedung Disnaker Samarinda. Selanjutnya Gedung Disnaker Samarinda ex SMAN 16 akan ditempati Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim yang juga belum memiliki gedung permanen. (tw/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *