Tronton Peti Kemas Libas Puluhan Pengendara

BusamID
Tronton Peti Kemas Libas Puluhan Pengendara. Foto: Istimewa

Samarinda, Busam.ID – Sebuah tronton bermuatan peti kemas melibas antrian kendaraan di lampu merah turunan Rapak Balikpapan Jumat (21/01/22) pukul 06.15 Wita. Akibat kejadian itu 21 orang menjadi korban. Dari 22 korban itu, 4 di antaranya meninggal di tempat tergilas tronton, 1 orang kritis dan sisanya luka-luka. Kejadian memilukan ini kali kesekian menimpa pengendara di lampu merah Rapak tepatnya di jalur turunan dari arah kilo (Jl Sukarno Hatta).

Sebagian besar korban adalah para pekerja di proyek pembangunan kilang Pertamina yang hendak turun kerja. Satu orang anak kecil dilaporkan selamat dari kejadian naas tersebut.

Sigit Wibowo. Istimewa

Selain memicu banyak korban jiwa dan luka, laka lantas tronton melibas pengendara yang antri di lampu merah, juga menyebabkan banyak kendaraan hancur dan ringsek. Sepeda motor korban meninggal hancur tinggal rangka, sementara mobil-mobil ringsek bahkan ada yang jadi berbentuk kotak.

Syukurnya, meski mengalami ringsek sampai jadi kotak, pengendara di dalam mobil masih selamat dengan sejumlah luka-luka.
Kejadian yang tidak disangka-sangka itu, menimbulkan kekecewaan warga dari sisi pengaturan lantas maupun teknis jalan. Banyak warga menilai jalur turunan diberi lampu merah sangat rawan memicu kecelakaan. Di samping jam operasional kendaraan besar yang seharusnya malam hingga dini hari. Saat ini di Balikpapan masih acap truk besar melintas di jam-jam kota.

“Sering truk kontainer memicu kecelakaan. Tolong lah Pak/Bu Polantas ditertibkan jam lintas kendaraan besar. Supaya tidak membuat kerawanan di jalan,” ucap Fatimah seorang warga yang bergidik menyaksikan kejadian tersebut.

Sementara itu Manda, warga lainnya menyebut seharusnya turunan Rapak dibuatkan jembatan layang untuk mengurangi antrian di lampu merah. Adanya jalan layang kendaraan kecil bisa langsung melintas sementara kendaraan besar harus mengikuti jalur lampu merah.

Ihwal jalan layang ini, di masa kepemimpinan Rizal Effendi, Pemkot Balikpapan sudah mengajukan usulannya ke provinsi, namun tidak disetujui. Balikpapan dinilai belum perlu jembatan layang sehingga usulan tersebut ditolak mentah-mentah. Hingga akhirnya tragedi tronton pagi tadi melibas kendaraan di depannya yang tengah mengantri lampu merah.

Mengenai usulan pembangunan jembatan layang ini, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo mengatakan, Dewan Provinsi bersama Pemprov berusaha mencarikan alternatif pembiayaannya. Mengingat APBD Kaltim 2022 tidak mengcovernya.

“Namun kepastiannya masih menunggu rapat Dewan dengan Pemprov dan Pemkot Balikpapan,” tandas anggota Dewan dari Dapil Balikpapan ini. (an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *