Perahu Karam, Dua Anak Tenggelam di Sungai Mahakam

BusamID
Perahu Karam, Dua Anak Tenggelam di Sungai Mahakam. Foto SAR

Mahakam Ulu, Busam.ID – Kasus orang tenggelam di perairan Sungai Mahakam kembali terjadi. Kali ini menimpa keluarga dari Hang (30) yang harus kehilangan dua buah hatinya bernama Frankie Ibo Hang (4) berjenis kelamin laki-laki dan Advessia Nadalia Hanyaq (8) berjenis kelamin perempuan.

Kedua anak tersebut dikabarkan terjatuh ke Sungai Mahakam Kampung Long Melaham Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu, Minggu (19/6/22) malam sekitar pukul 19.30 Wita.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat sang ayah, Hang hendak ke ladang menggunakan perahu ketinting dan membawa kedua anaknya tersebut. Di pertengahan jalan tiba-tiba mesin ketinting yang mereka tumpangi mati dan perahu tersebut hanyut. Lantas perahu menabrak kayu dan tersangkut.

Kondisi air yang cukup deras membuat perahu karam dan ketiga penumpangnya terjatuh ke sungai. Meski berusaha menyelamatkan kedua buah hatinya dengan cara menggendongnya, karena arus cukup deras keduanya terlepas dan menghilang.

Mendapat informasi kejadian tersebut pada Senin (20/6/2022), Tim Reaksi Cepat BPBD Mahakam Ulu langsung mendatangi lokasi kejadian. Usai berkoordinasi dengan petinggi serta tokoh masyarakat Kampung Long Melaham dan Kepolisian, Tim melakukan penyisiran dibantu perahu dari Dishub Mahakam Ulu, Relawan dan masyarakat yang menggunakan puluhan unit perahu ketinting.

Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Mahakam Ulu, Papilus Panyu mengatakan, upaya pencarian dilakukan dengan radius 2 kilometer dan satu orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Sekitar pukul 15.30 Wita, jasad korban bernama Advessia Nadalia Hanyaq ditemukan tidak jauh dari korban terjatuh. Posisinya tersangkut kayu,” kata Papilus.

Jasad korban yang ditemukan langsung dibawa ke rumah duka, sedangkan upaya pencarian satu korban lainnya terus dilakukan.
Menurut Papilus, kendala di lapangan yakni kurang lengkapnya peralatan standar untuk melakukan penyelamatan dan pencarian.

“Karena baru terbentuk bulan April lalu, kami terkendala di lapangan untuk alat pencarian dan penyelamatan yang kami belum punya dan juga terkendala pengadaan logistik,” tutupnya. (dic)

Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *