Diduga Hendak Mengejar Perahu yang Hanyut, Roby Dilaporkan Hilang di Sungai Mahakam

Busam ID
Barang milik korban yang ditemukan di atas kapal yang hendak memberinya BBM. Ft. Basarnas Balikpapan

Samarinda, Busam.ID – Seorang pria bernama Roby Yansyah Anhar (28) dilaporkan hilang diduga tenggelam di Sungai Mahakam di kawasan Dermaga MKT Kecamatan Samarinda Seberang Selasa (18/4/2023) sekitar pukul 01.00 Wita.

Menurut keterangan orang tua korban, Harun saat kejadian dirinya tidak tidak ada di lokasi peristiwa tersebut terjadi.

“Kalau saya tidak lihat hanya saja cerita orang kapal, sebelum kejadian korban minta BBM solar sebagai jatah penjagaan karena korban kalau malam patroli menjaga kapal yang mau naik atau turun,” terang Harun kepada Busam.ID saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Berdasarkan keterangan Harun, saat permintaan minyak dipenuhi oleh ABK, korban turun ke perahu untuk memindahkannya ke buritan kapal dengan tujuan memindahkan BBM lebih dekat.

“Saat ditunggu lama korban tidak naik kapal untuk mengambil BBM saat diperiksa oleh ABK terlihat perahu korban hanyut dan sempat melihat seperti orang sedang berenang,” ucap Harun menceritakan keterangan saksi.

Setelah kejadian tersebut korban tidak pernah kelihatan lagi. Belakangan perahu korban ditemukan oleh security terdampar di pinggir sungai dan langsung disimpan ke dekat posnya.

“Perahu korban ditemukan oleh security dengan jarak 1, kilometer dari lokasi kejadian dekat tug boat milik Niaga Baru. Karena tidak ada orangnya akhirnya perahu tersebut disimpan di dekat posnya, habis itu tidak ada beritanya lagi” ucap Harun.

Harun curiga anaknya tak kunjung pulang ke rumah, kemudian berusaha menelponnya berkali-kali namun tidak berhasil.

“Rencananya pagi ini mau mengajaknya ke Samarinda, saya telepon tidak diangkat. Untuk memastikannya saya sempat mencarinya dan tidak menemukannya hingga pukul 13.00 Wita ada temannya melihat barang milik korban seperti tas selempang, sendal, senter kepala dan handphone di atas kapal yang hendak memberinya BBM tersebut,” ucap Harun.

Setelah diperiksa, Harun memastikan bahwa barang tersebut adalah milik anaknya.

“Perkiraan saya kalau anak saya terjatuh pasti tas itu terbawa, karena biasanya selalu di selempangkannya. Kemungkinan barangnya ditaruh dulu kemudian terjun ke sungai untuk mengejar perahunya itu,” ungkapnya.

Harun menyebut kalau korban bisa berenang dan sudah memiliki keluarga namun belum memiliki keturunan.

“Kami sudah melakukan penyisiran menggunakan tiga perahu, namun karena malam jarak pandang minim dan arus juga cukup deras akhirnya kami putuskan untuk dihentikan,” tutupnya.(zul)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *