Foto :
Samarinda, Busam.ID – Banjir yang menggenangi kawasan Jalan DI Panjaitan akibat hujan yang mengguyur dengan deras, Jumat (29/7/22) siang membuat ratusan siswa sekolah di SMAN 13 Samarinda di Jalan DI Panjaitan terjebak di sekolahnya.
Bahkan informasinya mereka harus menunggu hingga sekitar pukul 20.00 Wita, atau banjir turun baru bisa pulang dari sekolahnya.
Bahkan dua orang diantaranya, harus mendapatkan perawatan dari tim medis karena kelelahan dan kelaparan.
Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso langsung menurunkan unit rescue BPBD untuk melakukan evakuasi terhadap sejumlah siswa tersebut
“Pertama kami evakuasi sebelas siswa, kemudian yang kedua kalinya kami evakuasi 14 orang jadi total 25 orang,” kata Suwarso.
Setidaknya 150 orang siswa SMA Negeri 13 Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Gunung Lingai, Kecematan Sungai Pinang tidak bisa pulang lantaran ruas jalan tertutup genangan air hingga selutut orang dewasa.
Senada dengan hal itu, Kepala SMA Negeri 13, Jarnuji Umar mengatakan, ratusan siswa memilih untuk bertahan di lingkungan sekolahnya saat hujan deras terjadi.
Diduga karena kelelahan dua orang siswa SMA Negeri 13 itu harus mendapatkan pertolongan medis. Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) PMI Kota Samarinda langsung menuju SMA Negeri 13 dengan anggota sebanyak 6 orang termasuk 2 orang perawat.
“Bukan pingsan hanya kelelahan, keduanya lelah dan juga kedinginan,” kata Dedy Setiawan anggota PMI Kota Samarinda.
Tim PMI kemudian melakukan penanganan kepada dua siswa tersebut dan sambil melakukan pemantauan terhadap kondisinya usai dilakuakan perawatan. (dic)
Editor: Redaksi BusamID








