Samarinda, Busam.ID – Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2023, semua sekolah melaksanakan upacara bendera di sekolahnya masing-masing. Berbeda dengan Sekolah Menengah Atas Negeri 4 yang berlokasi di Jalan KH Harun Nafsi terpaksa meliburkan seluruh siswanya lantaran sekolah tersebut masih tergenang banjir hingga Selasa (2/5/2023) siang.
Banjir yang berlangsung sejak Senin (1/5/2023) malam hingga kini masih tergenang dengan ketinggian berkisar 40 centimeter.
Kepala SMA N 4, Simanulang mengatakan kondisi air terjadi sejak Senin (1/5/23) sore akibat curah hujan yang cukup tinggi ditambah kiriman dari wilayah lain.
“Biasanya kalau terjadi hujan, biasanya menunggu waktu sekitar 5 jam hujan turun. Ditambah kiriman air dari wilayah Rapak Dalam,” ungkap Simanulang.
Dalam kondisi banjir kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan hingga 2 hari.
“Melihat kondisi ruangan juga jika masih bisa dipergunakan dan jalan masih bisa dilewati maka kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan,” terangnya.

Apabila air sudah surut, maka Dewan Guru akan bekerja lebih ekstra untuk membersihkan endapan lumpur pasca banjir.
“Sekolah masih tetap diliburkan jika air sudah surut, kami bersama Dewan Guru harus membersihkan ruangan pasca banjir,” tambahnya.
Simanulang menginginkan agar dilakukan perbaikan drainase yang menghubungkan antara paret dan Sungai Mahakam.
“Yang perlu diperbaiki adalah drainase di Jalan KH Harun Nafsi menuju Sungai Mahakam karena SMA N 4 ini berada di tengah-tengah pemukiman,” jelasnya.
Pihak Polresta Samarinda yang melakukan peninjauan di lokasi banjir telah mengerahkan sejumlah personel untuk bersiaga di lokasi tersebut.
“Saat ini ada beberapa titik air yang masih menggenang di Kelurahan Rapak Dalam. Kemudian kita lakukan pengecekan bersama rekan-rekan di Waduk Barito penampungan air sebelum ke Sungai Mahakam. Alhamdulillah di lokasi tersebut debit air tidak terlalu tinggi dan pemukiman di kawasan Barito tidak ada genangan air” terang Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli.
Usai peninjauan di waduk Barito, Polresta Samarinda bersama rombongan kemudian meninjau wilayah Rapak Dalam.
“Kemarin kita sudah lakukan antisipasi terkait hujan dengan intensitas cukup deras dan ada beberapa kejadian juga seperti longsor maupun pohon yang tumbang termasuk juga banjir, tapi alhamdulillah di tempat lain sudah ada yang surut,” terangnya.
Terkait cuaca yang ekstrim berdasarkan BMKG Samarinda, pihak Polresta Samarinda sudah melakukan antisipasi bersama BPBD Kota Samarinda, TNI, Pemerintah Kota Samarinda Kecamatan dan Kelurahan untuk terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada khususnya terhadap daerah-daerah yang memiliki potensi tinggi terjadi banjir, longsor maupun pohon tumbang. (Zul)
Editor : Risa Busam,ID








