Balikpapan. Busam.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan fokus untuk mengembangkan program kampung iklim sebagai upaya kepedulian pelestarian lingkungan.
Target itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengelolaan lingkungan melalui Program Kampung Iklim (Proklim).
“Proklim merupakan gerakan nasional dalam upaya pengelolaan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas di Indonesia,” kata Sekretaris DLH Kota Balikpapan Nursyamsiarni D Larose kepada wartawan di sela-sela sosialisasi Proklim dengan pihak swasta di ruang rapat kantor DLH kota Balikpapan, Kamis (15/9/2022).
Dia menjelaskan, Proklim merupakan program sinergi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim guna meningkatkan keterlibatan pemerintah, masyarakat dan pihak swasta melalui pengelolaan lingkungan yang optimal.
Ia menuturkan, saat ini kota Balikpapan sudah memiliki 15 kampung iklim tingkat utama. Untuk tingkatan itu ada jenisnya yaitu, pratama, madya, utama dan tertinggi itu lestari. Rencananya 15 kampung iklim tingkat utama ini kita mau tingkatkan menjadi lestari.
Namun, lanjut dia, untuk prosesnya harus membina 10 Kelurahan untuk dijadikan kampung iklim tingkat pratama. Sehingga pada tahun 2023 kampung iklim yang ada di kota Balikpapan menjadi 25 kampung iklim.
“Saya yakin kita semua bisa menjadi penggerak utama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dengan kolaborasi berbagai pihak baik masyarakat dan pihak swasta akan memperkuat aksi-aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” tuturnya.
Aksi adaptasi perubahan iklim meliputi pengendalian kekeringan, banjir dan longsor, peningkatan ketahanan pangan, penanganan muka air laut, atau erosi dan gelombang tinggi serta pengendalian penyakit terkait iklim.
Sementara itu aksi mitigasi perubahan iklim meliputi budi daya pertanian rendah emisi, peningkatan tutupan vegetasi, pencegahan dan penanganan karhutla, penggunaan energi baru dan konservasi energi serta pengelolaan sampah dan limbah.
“Kita harus bisa cerdas dengan mengoptimalkan seluruh potensi. Di setiap tahapan akan ada tantangan sehingga harus disikapi dengan terus berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan iklim yang dirasakan ditandai dengan adanya peningkatan suhu pada beberapa tahun terakhir. Untuk menghadapi hal tersebut, strategi pemanfaatan ruang di perkotaan, baik untuk kawasan budidaya maupun kawasan lindung, perlu dilakukan secara bijak,” pungkasnya. (man/advdiskominfokaltim)
Editor: Redaksi BusamID












