Citra Niaga, Tepian, GOR Segiri dan Polder Air Hitam Akan Dipoles Beda

Busam ID
FOTO: Ekpose Tim Perencana Masterplan dan DED terkait rencana akan memoles empat kawasan publik di Samarinda, IST
FOTO: Ekpose Tim Perencana Masterplan dan DED terkait rencana akan memoles empat kawasan publik di Samarinda, IST

Samarinda, Busam.ID – Kota Peradaban Samarinda akan segera berubah. Setidaknya diawali dari Tepian Mahakam, Citra Niaga, Polder Air Hitam dan GOR Segiri akan dipoles berbeda dari biasanya untuk sebuah perubahan dan peradaban tersebut.

Hal itu diketahui setelah Tim Perencana Masterplan dan DED melakukan ekspose dihadapan Wali Kota Samarinda Andi Harun. ”Terimakasih atas paparannya, tapi saya belum bisa berkomentar, karena masih harus melihat lapangan,” kata Andi Harun usai menerima Tim Perencana Masterplan dan DED di Balai Kota, Selasa (4/10/2022).

Keempat kawasan publik di Samarinda itu memang merupakan karya besar Samarinda saat ini. Citra Niaga adalah peraih penghargaan Aga Khan, GOR Segiri adalah bangunan fasilitas olahraga yang sudah termasuk dalam katagori bangunan cagar budaya. Polder Air Hitam adalah jantung timur kota yang mengatasi banjir.

Tepian Mahakam juga merupakan Icon Kota Samarinda. Andi Harun sepertinya menginginkan agar kawasan Tepian menjadi kebanggaan warganya. Samarinda adalah kota tepi air jadi harus dimuliakan.

”Citra Niaga merupakan pusat perbelanjaan yang pada masanya merupakan perpaduan ideal,” kata Vergian Septiandy, arsitek perancang Citra Niaga, GOR Segiri dan Polder Air Hitam.

Dikatakannya, Citra Niaga bukan sekadar pusat perbelanjaan yang sempat poluler sekitar tahun 80-an, namun akan ada perubahan tampilan beda ke depannya. “Ada semangat pedagang kecil yang dikumpulkan di Citra Niaga. Ada kebanggaan, ada kepuasan sosial bagi pedagang kecil yang bisa bersatu dengan pedagang besar nantinya,” tambahnya.

Citra Niaga menurun citranya saat ini karena tergusur oleh persepsi publik yang mencari kemewahan dan kemegahan pusat perbelanjaan modern.

”Kami ingin The New Citra Niaga benar-benar akan tampil beda dan mampu menarik kaum milenial,” tambah arsitek muda produktif ini.

Sementara terkait GOR Segiri Samarinda, lanjut Vergian, akan memberikan ruang yang cukup bagi pengunjung dengan memanjakan pejalan kaki dengan rancangan lajur paedestrian yang nyaman.

”Tim rekayasa lalulintas dan hidrologi kerja keras agar GOR Segiri aman dan nyaman saat diadakan even besar,” tambahnya.

Suasana Rapat Ekpose Tim Perencana Masterplan dan DED. ist
Suasana Rapat Ekpose Tim Perencana Masterplan dan DED, IST

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan untuk Polder Air Hitam, menurutnya lagi, kelak didesian agak berbeda.”Kami menampilkan alur jogging yang nikmat,” kata Vergian seraya menambahkan fungsi polder sebagai pengendali air saat terjadi curahan air di luar kebiasaan ditambah jalur pejalan kaki dan tracking olahraga.

Penambahan fungsi sosial bagi Poder bukan barang baru dan aneh. Polder polder besar di kota-kota besar Pulau Jawa bahkan sudah ditata sebagai destinasi wisata lokal. “Di Jawa Tengah, Semarang, fungsi Polder bahkan memberikan kontribusi PAD,” terangnya.

Satu segmen kota yang saat ini dibuat masterplan dan DED nya adalah upaya Samarinda untuk bangkit dari citranya Kota Banjir menjadi Kota Peradaban menyambut Ibu Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kabarnya Wali Kota Andi Harun juga tengah merencanakan mengurangi genangan air saat hujan deras sebanyak 47 persen dengan merevitalisasi drainase. (dit)

Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *