Balikpapan, Busam.ID – Untuk mempercepat proses pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) IKN Nusantara, sebanyak 16 ribu pekerja akan dilibatkan hingga tahun 2024.
Lokasi IKN Nusantara yang berada di sekitar wilayah hutan tropis menyebabkan sejumlah pekerja yang dilibatkan terancam terserang malaria.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini masih berada di zona merah malaria.
“Agenda hari ini adalah membahas bagaimana pembangunan IKN yang bebas malaria. Dan output dari dua hari ini, itu akan menghasilkan tim task force lintas Kementerian, lintas daerah, untuk memastikan pembangunan IKN ini,” kata Diani Sadiawati, Ketua Koordinasi Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tim Transisi IKN kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).
Ia menyampaikan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah bersama tim lintas kementerian, untuk datang ke lokasi dan melihat bagaimana perusahaan-perusahaan yang mengerjakan ini dapat terhindar dari bahaya malaria.
Sehingga pendekatan di semua sektor itu sangat penting, terutama dengan kedatangan orang dari luar yang masih menjadi salah satu prioritas yang penting untuk ditindaklanjuti.
“Tentunya ini sangat teknis, yang tahu dari Kementerian Kesehatan, tapi memang bahwa sudah ada yang meninggal 2 orang, tapi kan walaupun cuma dua orang kita tetap waspada,” ujarnya.
Untuk saat ini jumlah pekerja yang dilibatkan dalam proses pembangunan IKN diperkiraan mencapai 1800 orang. Data tersebut berdasarkan data pekerja yang sudah dilatih, cuman berapa yang pekerja di lapangan, pihaknya masih akan tanyakan dulu.
Hingga Desember ini ada beberapa pekerjaan yang sedang dilaksanakan diantaranya penyelesaian bangunan sepaku, tower komunikasi yang ditargetkan selesai pada Januari 2023.
“Intinya sampai tahun 2024 ada sekitar 16.000 pekerja yang akan dilibatkan untuk mempercepat proses pembangunan KIPP, dalam konteks penanganan malaria nanti kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait diantaranya KLHK, PUPR, Dinas Kesehatan,” terangnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID












