Samarinda, Busam.ID – Kasus penganiayaan berdarah terjadi di Samarinda. Seorang pemuda menjadi korban serangan senjata tajam di dalam kamar penginapan, diduga dipicu konflik pribadi yang berujung aksi nekat pelaku.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Wawan Gunawan, mengungkapkan peristiwa itu terjadi Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 00.30 Wita di sebuah guest house di Jalan Juanda I, Kelurahan Air Hitam.
Korban, MR (22), saat itu tengah berada di kamar bersama saksi untuk membantu seorang perempuan bernama ME membereskan barang-barangnya.
Namun situasi mendadak berubah mencekam ketika pelaku, FR (25), tiba-tiba datang dan mengetuk pintu kamar.
“Begitu pintu dibuka, pelaku langsung masuk dan mengeluarkan parang yang disembunyikan di pinggang, kemudian mengayunkannya ke arah korban,” ungkap Wawan, Jumat (10/4/2026).
Serangan mendadak itu membuat korban mengalami luka robek di tangan kanan serta pergelangan tangan kiri. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku, korban, dan seorang perempuan bernama ME memiliki hubungan pertemanan dekat. Diduga motif penganiayaan dipicu rasa sakit hati dan konflik yang terjadi sebelumnya antara pelaku dan ME, yang kembali memanas saat korban membantu mengemasi barang-barang perempuan tersebut.
Setelah buron selama lebih dari 1 bulan, pelaku akhirnya berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Rabu (9/4/2026) malam, di kawasan Sungai Kunjang.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa sarung parang, sementara senjata tajam yang digunakan masih dalam pencarian.
“Pelaku saat ini sudah diamankan dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas Wawan. (zul)
Editor: M Khaidir


