Samarinda, Busam.ID – Sudah selama empat hari ini warga di Jalan Suryanata Kelurahan Air Putih Samarinda mengalami kesulitan air bersih lantaran pipa induk PDAM yang mengalami kerusakan di Jalan Ringroad 2.
Akibatnya, sejumlah warga harus terpaksa menggunakn air parit, baik untuk mandi maupun kegunaan lainnya.
Aksi seorang warga yang bermukim di gang Tinggiran RT 39 itu sempat viral di media sosial karena sempat direkam menggunakan handphone milik warga sekitar lainnya.
Dari pantauan Busam.ID saat mendatangi langsung lokasi tersebut dan saat itu kebetulan sedang turun hujan.
Terlihat seorang warga tengah mengangkut air tampungan hujan dan dibawa ke dalam rumahnya untuk mengisi bak yang digunakan untuk mandi cuci kakus (MCK).
Warga tersebut yang diketahui bernama Udin ketika diwawancarai mengatakan, hal itu dilakukannya akibat air PDAM belum mengalir sejak, Jumat (2/12/2022). Dirinya juga mengaku belum mandi selama tiga hari terakhir.
“Kalau saya masih bertahan saja untuk tidak mandi, cuma yang tidak bisa ditahan itu cuci buang air besar,” kata Udin.
Saat ditanya kenapa tidak memesan air bersih yang dibawa oleh pihak swasta, Udin mengatakan harganya mahal.
“Pesan air bisa saja tapi agak mahal, ada yang bilang Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu pertandon besar itu,” terangnya.
Untuk itu, dirinya memanfaatkan air hujan, lantaran air paritnya kotor, berbau dan bercampur sampah.
“Kebetulan air hujan ya cari hujan saja untuk mengisi bak yang di wc itu,” tambahnya.
Camat Samarinda Ulu, Muhammad Fahmi yang turun langsung ke lapangan menghimbau kepada masyarakat setempat untuk tidak menggunakan air parit untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air parit tersebut tidak higienis, jadi jangan digunakan mandi apalagi untuk dikonsumsi,” jelas Fahmi.
Fahmi sendiri sudah mendatangi lokasi perbaikan pipa utama PDAM yang berada di Ringroad 2 bersama pihak PDAM sendiri.
“Benar terdapat kerusakan berat pada pipa induk PDAM, untuk mempersingkat waktu perbaikan, pihak PDAM meminta dua perusahaan untuk melakukan perbaikan dibantu dengan alat berat,” terangnya.
Fahmi juga menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar lantaran dirinya sudah melakukan pendataan warga yang terdampak memerlukan air bersih.
“Saya suruh lurah dulu mendata berapa air yang dibutuhkan di sana dan berapa tandon nanti yang akan dibutuhkan yang nantinya akan diminta ke PDAM,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga yang memesan air dengan harga tinggi, Fahmi mengatakan jangan membeli air tersebut karena milik swasta.
“Oh ini yang pihak swasta, pihak swasta biasanya satu tandon harganya Rp 80 ribu aja, kenapa dijual sampai Rp 200 ribu, kita himbau kepada warga jangan membeli itu,” tegasnya.
Fahmi meminta kepada warga untuk menghubungi mobil tangki milik PDAM yang bisa mengisi tandon di beberapa rumah. Harapannya proses perbaikan pipa induk tersebut bisa terselesaikan cepat. (zul)
Editor: Redaksi BusamID












