17 Pemuda di RST Samarinda Ditampung Hanya Sampai 26 Mei 2023

Suasana ruangan tempat tinggal sementara 16 pemuda yang terlantar di RST. Satu orang teman mereka sudah dipulangkan keluarganya. Ft by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Sebanyak 17 pemuda yang lari dari perusahaan tempatnya bekerja di Kutim, lalu ditampung di Rumah Singgah Terpadu (RST) Samarinda, diberi deadline sampai 26 Mei 2023. Artinya belasan pemuda yang satu orang diantaranya telah dipulangkan oleh keluarganya itu, harus sudah meninggalkan RST pada 26 Mei nanti. Hal ini merujuk kemampuan RST dalam menampung warga terlunta yang singgah.

Pada informasi sebelumnya, diketahui terdapat 17 pemuda yang terlunta di Kota Samarinda setelah melarikan diri dari tempat kerjanya di salah satu perusahaan di Kabupaten Kutai Timur, Kecamatan Batu Ampar Desa Mawar Indah.

Saat ini 1 pemuda sudah dikembalikan kepada pihak keluarga dan masih terdapat 16 pemuda yang menumpang di Rumah Singgah Terpadu Jalan DI Pandjaitan Komplek Indovice.

Kepala UPT Panti Sehati, Sony Handayani mengatakan para pemuda tersebut akan menumpang sementara di RST hingga tanggal 26 Mei 2023 nanti.

Sony Handayani. Ft by Ryan/Busam.ID

“Setelah mendengar mereka, ke-16 pemuda itu akan bertahan di RST ini sampai 26 Mei. Ada salah satu orang dari keluarga pemuda tersebut rupanya mendapat proyek pengerjaan bangunan di Bontang. Rencananya nanti semua berangkat ke sana untuk bekerja sebagai tukang bangunan,” ucap Isfi pada Kamis (11/5/23).

Ditanya perihal konsumsi, Sony mengatakan saat ini masih berusaha memenuhi hal tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial & Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda.

Hal tersebut ia akui karena anggaran yang terdapat di RST tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 16 orang.

“Anggaran yang ada di sini setahun hanya bisa memenuhi kebutuhan 7 orang. Saat ini ada 9 orang yang tinggal di sini, ditambah 16 pemuda itu jadi total 25 orang. Tapi yang namanya kita ini berniat baik, membantu, ya ada saja bantuan mengalir hingga hari ini,” papar Sony.

Bantuan tersebut berasal dari Dinsos melalui rekan-rekan terkait seperti Relawan Tagana dan juga beberapa pejabat daerah Kota Samarinda.

“Alhamdulillah, kemarin ada beras 20 kilo dari relawan Tagana. Terus ada juga bantuan dari satu anggota DPRD Kota Samarinda yang datang kasih lauk pauk dan juga uang untuk mereka belanja kebutuhan pokok. Ya Alhamdulillah ada saja bantuan yang namanya untuk niat baik ini,” pungkasnya.

Ia juga bercerita terkait makanan sederhana yang disediakan selama tiga kali sehari untuk ke-16 pemuda tersebut yang awalnya hanya ada beras, mie instan dan telur.

“Namun kemarin ada diberikan uang, itu kami belikan lauk pauk seperti ikan dan ayam, jadi kami ganti-ganti misal paginya nasi telur, nanti siangnya nasi ikan, malamnya nasi ayam, setidaknya mereka tidak kelaparan. Ibu Dapur RST yang mengolah dan memasak, mereka tinggal makan saja,” ucap Sony.

Satu dari 16 pemuda bernama Daniel, selakunjuru bicara rombongannya, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Pemerintah Kota Samarinda sudah membantu setelah melarikan diri dari perusahaan tempat mereka bekerja. Daniel dan rombongannya melarikan diri dari perusahaan tempat mereka bekerja, karena kecewa merasa dibohongi dengan upah yang tak sesuai.

“Terima kasih banyak kepada seluruh orang yang membantu dan juga ke pihak Pemerintah Samarinda, makan sederhana kami tidak apa-apa, yang penting perut masih terisi, masih disediakan tempat untuk tinggal sementara juga kami bersyukur untuk saat ini. Untuk ibu dan bapak saya di kampung, saat ini tidak perlu cemas, anakmu baik-baik saja, semoga segera dapat pekerjaan yang lebih baik dan layak,” tutup Daniel. (RYAN)

Editor : Risa Busam,ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *