Demi Uang Abaikan Rasa Cemburu Saat Istrinya Melayani Pria Hidung Belang

BusamID
Foto : Tersangka JI saat dikonfirmasi oleh Wakapolresta Samarinda, AKBP Eko Budiarto

Samarinda, Busam.ID –Kasus mucikari via aplikasi Mi Chat yang berhasil diungkap oleh Tim Opsnal Polsek Kawasan Pelabuhan menjadi menarik. Lantaran tersangka mucikari berinisial JI (21) ternyata memperdagangkan istrinya sendiri kepada pria hidung belang.

Dari pengakuan JI, dia menikahi istrinya tersebut pada tahun 2021 dan saat ini telah dikarunia seorang anak yang masih balita. Sejalan waktu, tuntutan ekonomi terutama untu membeli susu anak, tak mampu dipenuhi JI. Karena ia tak memiliki pekerjaan tetap alias serabutan. JI mengaku kesulitan mencari pekerjaan formal, sebab tak memiliki ijazah. JI mengaku pendidikannya tidak lulus sekolah dasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Karena kepikiran untuk kebutuhan anak seperti susu dan popok, dari situlah saya berniat untuk “menjual” istri saya sebagai pemuas nafsu pelanggannya,” terang JI Kamis (27/7/2023).

JI mengaku menjadi mucikari untuk menjual istrinya melalui aplikasi MiChat bersama RA, sejak tahun 2022 di Banjarmasin.

“Tidak sering, jarang-jarang, RA berperan melakukan transaksi dan mematok harga dari Rp 350 ribu hingga Rp 900 ribu” ucapnya.

Melihat peluang di Kota Tepian lebih menjanjikan, JI lalu menboyong RA dan Istrinya ke Samarinda pada Kamis (20/7/2023) lalu. Ketiganya menginap di satu guest house yang ada di Kita Tepian.

“Kalau di Banjarmasin susah nyari pelanggan, makanya pindah ke Samarinda,” terangnya.

JI mengaku beberapa hari di Samarinda, istrinya sempat melayani empat orang pria hidung belang. Namun saat penawaran selanjutnya, JI ditangkap oleh petugas yang menyamar sebagai pelanggan.

“Awalnya bicara penawaran dan datang ke lobi sebuab hotel di Samarinda. Tak lama datang petugas kepolisian mendatang kami,” ucapnya.

Saat Busam.ID mempertanyakan apakah tidak ada perasaan cemburu ketika istrinya melayani nafsu pria lain, JI mengaku cemburu. Namun rasa cemburu itu diabaikannya demi mendapatkan fulus.

“Rasa cemburu itu ada tapi karena tuntutan ekonomi untuk beli susu dan popok, terpaksa saya menjual istri,” pungkasnya. (Zul)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *