Samarinda, Busam.ID -Jika anda sering mendapat penawaran pinjaman online dan layanan PayLater, diimbau agar lebih hati-hati sebelum menerimanya. Terutama dalam rasio penggunaan dan kebutuhan. Karena kehati-hatian itu akan berefek dalam kesejahteraan finansial selanjutnya. Demikian dikemukakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Made Yoga Sudharma, dalam wawancara santai dengan Busam,ID belum lama ini.
Menurut Made, masyarakat harus berhati-hati dan bijak dalam menggunakan layanan berbasis digital tersebut, Terutama jika pinjaman digunakan untuk keperluan yang tidak mendesak.
Ia mengingatkan bahwa terjerat dalam pinjaman online dapat membawa risiko yang signifikan.
“Jika terpaksa harus meminjam, penting untuk meminjam dalam jumlah yang sesuai dengan kemampuan bayar, mengingat risiko ketidakmampuan melunasi pinjaman dapat menimbulkan masalah finansial yang lebih serius,” tegas Made.
“Salah perhitungan dalam membayar pinjaman bisa menyebabkan permasalahan-permasalahan seperti terjebak dalam siklus pinjam-meminjam berkelanjutan, yang akhirnya membawa dampak negatif pada kesejahteraan keuangan,” tambahnya.
Menurut Made, saat ini belum tercatat adanya perusahaan fintech yang berbasis di Kalimantan Timur.
“Saat ini semua perusahaan fintech beroperasi di kota-kota besar seperti Jakarta dan daerah lainnya, sehingga pengawasan atas aktivitas mereka berada di bawah kendali OJK pusat,” terang Made.
Dikatakan, bila peminjam berada di luar daerah, perusahaan fintech biasanya akan menggunakan jasa penagihan pada pihak ketiga. Berbeda jika kantor perusahaan fintech tersebut masih satu kota dengan peminjam, penagihan biasanya masih dilakukan secara formal apabila terjadi molor bayar. Penagihan oleh pihak ketiga rentan menimbulkan keributan karena bersifat represif.
Sebab itu Made menekankan agar warga dalam menghadapi kebutuhan mendesak, hanya menggunakan pinjol atau PayLater bila sudah tak ada pilihan keuangan lain. Itu pun dalam kategori jumlah yang sesuai kemampuan bayar.
“Dengan mematuhi tips-tips yang diberikan dan menjaga pemahaman tentang risiko serta manfaatnya, masyarakat terutama warga Kaltim diharap dapat menghindari perangkap keuangan yang mungkin timbul akibat penggunaan yang tidak bijak terhadap layanan-layanan tersebut,” paparnya.
OJK Kaltim terus berkomitmen untuk memberikan edukasi finansial kepada masyarakat, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang cerdas dalam mengelola keuangan pribadi dan menghindari risiko-risiko yang mungkin muncul dari penggunaan tidak tepat terhadap layanan finansial digital. (Ryan)
Editor : A Risa


