Samarinda, Busam.ID – Mencegah stunting pada anak, DPD Ikatan Penyuluhan KB bersama perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, membagikan 1000 protein pada warga yang beresiko mengalami stunting di keluarganya.
Pembagian 1000 protein itu dilakukan usai Senam Sehat Keluarga (SKS) di Halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim di Jalan MT Haryono Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu Jumat (1/9/2023).
Kegiatan ini dirangkai dengan launching Bulan Bakti Pelayanan KB dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2023.
Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim Sunarto melalui sekretarisnya Al Khafid Hidayat mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan stunting dengan program Gerakan Olah Bebaya Asuh Anak Stunting (Go Baas).

“Terkait dengan komitmen BKKBN Kaltim, karena merupakan bagian dari TPPS, kita sangat perhatikan. Sebab Pemerintah Provinsi komitmen sekali dalam upaya mempercepat penurunan stunting di angka 14 persen pada tahun 2024 mendatang,” ucap Al Khafid Hidayat.
Sementara upaya yang telah dilakukan adalah, bagaimana intervensi spesifik dan sensitif itu bisa berjalan bersama-sama di dalam percepatan penurunan stunting.
“Harapan kami, dapat memberikan contoh bagaimana cara mempercepat penurunan stunting. Di antaranya dengan memberikan protein hewani kepada anak yang beresiko stunting. Langkah ini bisa dilakukan secara massal diikuti oleh organisasi, perusahaan dan semua masyarakat dalam rangka meningkatkan berat badan si penderita stunting,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin mengatakan mendukung kegiatan tersebut sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting.
“Saat ini tercatat masih di angka 23,9 persen penderita stunting di Kaltim,” terang Jaya Mualimin.
Jaya Mualimin menyebut bulan September 2023 ini merupakan bulan untuk mensurvey penderita stunting yang berada di Provinsi Kaltim dan diharapkan hasilnya baik.
“Kami optimis, Tim Survey sekarang sudah disebar untuk mendata. Kita harapkan seluruh masyarkat bisa menerima Tim Survey untuk melihat bagaimana kondisi status kesehatan dan juga status gizi di masyarakat,” pungkasnya. (Zul)
Editor : A Risa








