IKN Petik Inspirasi dari Kazakhstan

BusamID
Suasana di panggung 'IKN: Dialog Nusantara' ketika sesi pembangunan Ibu Kota Nusantara. Ft by Ryan/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Dayana, seorang duta lingkungan, influencer dan model asal Kazakhstan, berbagi pengalaman yang ada di negaranya.

Di mana Kazakhstan ternyata juga merupakan salah satu negara yang melakukan pemindahan ibu kota negaranya dari Kota Almaty ke Astana.

Pengalaman tersebut ia bagi pada hari Minggu (3/9/23), di tengah acara “IKN: Dialog Nusantara” yang berlokasi di D’Bagios Caffe, Jl Basuki Rahmat.

Acara ini bertujuan untuk membahas pemindahan ibu kota Indonesia, dari Jakarta ke Kalimantan Timur (IKN) dan implikasinya, dikaitkan dengan persamaan dengan yang ada di Kazakhstan.

Moderator acara ini Ketum Borneo Muda Harianto Minda, memandu diskusi dengan hangat bersama narasumber selain Dayana, Walikota Samarinda Andi Harun, juga Dubes LBBP RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan.

Diskusi ‘IKN : Dialog Nusantara’ di D’Bagios Caffe, Jl Basuki Rahmat pada Minggu (3/9/23). Ft by Ryan/Busam.Id

Kazakhstan yang dulunya merupakan bagian dari Uni Soviet, pada tahun 1997 atau enam tahun setelah memproklamirkan diri sebagai negara merdeka, memindahkan ibu kotanya dari Almaty ke Astana. Setelah 22 tahun menjadi ibu kota baru Kazakhstan, nama Astana kemudian diganti menjadi Nur-Sultan pada Maret 2019.

Astana dipilih sebagai ibu kota baru karena dianggap lebih aman dan strategis, sementara Astana dinilai terlalu ramai juga rawan gempa bumi.

“Dulunya, kondisi yang ada di Ibu Kota lama di Almaty hampir sama persis dengan yang ada di Indonesia saat ini di Jakarta. Lantaran sudah kelebihan jumlah penduduk dan juga saat ini polusi udara yang terjadi di Jakarta sangat tidak baik,” papar Dayana yang diterjemahkan oleh tim translatornya.

Dayana mengatakan, perlu proses yang sangat kompleks agar dapat sukses untuk memindahkan sebuah ibu kota negara.

Suasana di panggung ‘IKN: Dialog Nusantara’ ketika sesi pembangunan Ibu Kota Nusantara. Ft by Ryan/Busam.ID

“Dengan dipindahnya ibu kota nantinya, kendaraan listrik akan menjadi prioritas. Apalagi Indonesia salah satu negara penghasil nikel. Kondisi ini sangat baik, belum lagi digitalisasi dan percepatan internet yang baik, maka ibu kota yang baru akan lebih baik dan lebih indah,” ucap Dayana.

Selain itu, Dr. Fadjroel Rachman menjelaskan bahwa pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur adalah langkah untuk meratakan hasil pembangunan antara Kalimantan dan Jawa.

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta saran dari saya setelah saya diminta untuk belajar berdasarkan pengalaman sukses Kazakhstan memindahkan Ibu Kota,” paparnya.

Dayana mengatakan, hampir 80 persen, yang mau pindah ke ibu kota baru di Astana mayoritas adalah generasi muda, karena di situ ada harapan baru dan juga peluang yang baru.

“Sekitar Rp 550 Triliun telah dianggarkan dan ini pertama kalinya terjadi di Indonesia dalam sejarah Indonesia, jadi pasti ada masyarakat yang menolak dan juga ada yang menerima hal ini. Ini juga terjadi di Kazakhstan ya, hal ini yang harus kita edukasi agar masyarakat bisa menerima IKN, berkaca dengan Kazakhstan yang saat ini sudah sangat maju dan dihuni sekitar 1,3 juta penduduk,” paparnya.

“Dan perlu diketahui, pada tanggal 3 Juli 2023 kemarin, Astana dan IKN telah menandatangani MoU Sister City,” ungkap Dayana.

Sementara Walikota Samarinda, Andi Harun, menyoroti pentingnya pemimpin yang mampu mengelola sumber daya alam secara rasional.

Ia juga bertanya mengapa Indonesia tidak bisa menjadi pusat peradaban dunia baru, seperti Tiongkok.

“Kita perlu melihat ke negara-negara lain seperti Tiongkok dan negara adidaya lainnya yang memang pertumbuhannya sangat cepat dan pesat. Apakah kita tidak bisa seperti itu? Tentunya bisa, setidaknya Indonesia, nantinya dengan instrumennya IKN, akan menjadi pusat peradaban yang baru,” jelas Andi Harun.

“Dalam konteks IKN, masyarakat Kalimantan Timur diharapkan mendukung pembangunan Ibu Kota baru sebagai bagian dari upaya untuk meratakan pembangunan di seluruh Indonesia,” tutup Andi Harun. (Ryan)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *