Berau,Busam.ID – Penyakit infeksi saluran pernapasan atau dalam istilah medis disebut Bronko Pneumonia, masuk dalam 10 daftar penyakit yang diderita anak-anak di Berau. Fenomena itu merupakan penyakit yang mendera anak-anak tiga bulan belakangan ini yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Berau.
Humas RSUD Abdul Rivai dr Lubna, mengatakan, bila saat ini tidak terjadi over kapasitas dengan ketersediaan tempat tidur (bed) sebanyak 50 buah. Dari total 50 bed yang tersedia. 35 pasien anak yang dirawat. 24 pasien dirawat di ruang Anggrek dan ruang melati 11.
Lebih rinci, dari 50 bed yang tersedia. Terbagi atas VIP sebanyak 7 bed, kelas 1 8 bed, kelas 2 8 bed, kelas 3 13 bed. Kemudian isolasi 3 bed, observasi 9 bed. Ditambah dengan 2 bed darurat di lorong rumah sakit.
“Saat ini belum terjadi overcapacity,” tulis dr Lubna dalam surat jawaban RSUD dr Abdul Rivai, Rabu (27/9/2023).
Dikatakannya, Bronko Pneumonia merupakan pasien mayoritas yang dirawat saat ini. Dengan beberapa pasien dengan penyakit lainnya, seperti diare, demam berdarah, demam tifoid, malaria, kejang, leukostitosis, terjangkit virus morbili, dyspepsia dan thalasemia.
Dari pasien Bronko Pneumonia, biasanya ditemui dengan keluhan batuk, sesak, demam dan penurunan nafsu makan.
“Apabila sampai dirawat inap di RS biasanya infeksi lebih berat, atau infeksi saluran napas bawah atau disertai penyakit penyerta lainnya,” terang dia.
Dijelaskannya, penyebabnya belum dapat dipastikan apakah karena kebanyakan menghirup asap akibat karhutla. Sebab, perlu penelitian lebih lanjut oleh survailens Diskes Berau.
Namun dia menegaskan, jumlah peningkatan kasus bronkopneumonia/pneumonia terus meningkat 3 bulan terakhir. Mulai Juni 2023 56 kasus, Juli 2023 68 kasus dan Agustus 2023 89 kasus rawat inap. Sementara September 2023 ini, masih dalam pendataan.
Rerata pasien yang dirawat berasal dari 4 kecamatan terdekat. Yakni Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung dan Teluk Bayur. Sementara pasien terjauh berasal dari Kampung Kasai, Kecamatan Derawan.
“Menurut data, terjadi peningkatan pasien dengan gangguan pernapasan setiap bulannya,” ujar dia.
Khawatir dengan pertumbuhan jumlah pasien , dr Lubna menyampaikan tips untuk dapat memberikan pengobatan dini dari pasien penderita gangguan pernapasan.
“Pertama berikan konpres panas kepada anak bila suhu badan mencapai 37 derajat celcius. Kemudian berikan obat Paracetamol setiap 6 jam sekali. Atur suhu ruangan bersuhu sedang. Berikan ASI bagi anak bayi di bawah 6 bulan,” sarannya. (Diva)
Editor: M Khaidir


