Jakarta, Busam.id – Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, mengungkapkan visinya saat membuka Program Berbagi Pengetahuan tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Jakarta, pekan kemarin.
Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, Perpusnas menegaskan peran vital perpustakaan dalam menyajikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya di pedesaan.
Syarif menyatakan harapannya agar perpustakaan menjadi “pelangi pengetahuan bagi jutaan masyarakat di pedesaan”.
“Perpusnas telah meluncurkan aplikasi digital BintangPusnas Edu, menyediakan akses tanpa biaya ke lebih dari 60 juta buku, manuskrip, terutama untuk pembelajaran dari SD sampai perguruan tinggi,” ucapnya.
“Aplikasi ini dapat diakses melalui perangkat seperti ponsel dan laptop,” tambah Syarif.
Dalam upaya mengatasi kesenjangan antara daerah terpencil dan pusat pemerintahan, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu masyarakat, sambil berharap dukungan dari semua stakeholder, terutama pemerintah daerah.
“Program TPBIS melibatkan peserta dari berbagai negara, termasuk enam negara anggota Colombo Plan dan perwakilan dari provinsi/kabupaten/kota di Indonesia,” paparnya.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk memajukan perpustakaan sebagai sumber daya pengetahuan inklusif, menciptakan masyarakat yang berpengetahuan dan berkeadilan.
Peserta TPBIS akan terlibat dalam praktik baik, termasuk pelatihan dan kunjungan ke perpustakaan Mutiara Rawa Binong, Jakarta Timur, serta kegiatan bazar produk hasil binaan TPBIS.
“Program ini juga mencakup kunjungan kebudayaan ke Taman Mini Indonesia Indah untuk memperkenalkan keanekaragaman kebudayaan Indonesia,” tambah Syarif kembali.
TPBIS menjadi langkah penting Perpusnas, melibatkan pemerintah daerah untuk mengembangkan fungsi perpustakaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pengguna perpustakaan.
“Dengan harapan bahwa perpustakaan umum dapat menjadi ruang terbuka bagi masyarakat dalam mencari solusi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan,” tutupnya. (ADV/ONE/DPKKALTIM)
Editor: Tri W


