Kegiatan Belajar di SMPN 5 Samarinda Tetap Berjalan

Busam ID
Kondisi terkini ruang kelas 7 SMPN 5 Samarinda pasca terjadi kebakaran, Rabu (20/3/2024), sisi atap dan plafond yang sudah terbakar. (Foto by zulkarnain)

Samarinda, Busam.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda Asli Nuryadin memastikan, kegiatan belajar-mengajar di SMPN 5 Samarinda tetap berjalan normal seperti biasanya, kendati diketahui 20 bangunan sekolah di Jalan Wijaya Kesuma 5A Kota Samarinda tersebut, hangus terbakar oleh si jago merah.

Saat dikonfirmasi terkait apakah para siswa akan dipindahkan ke sekolah terdekat mengingat ada 20 kelas yang terbakar, Asli mengungkapkan, hanya ada penambahan hari untuk turun sekolah. “Untuk kegiatan belajar mengajar tetap di SMPN 5, hanya saja yang semulanya hanya 5 hari sekolah untuk sementara jadi 6 hari dan dilaksanakan pagi dan sore,” ucapnya.

Terkait 20 kelas yang terbakar, Asli berharap semoga masih ada cara dan mengusulkan ke Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk melakukan renovasi, mengingat anggara rutin Disdik hanya murni dan di perubahan. “Mudah-mudahan bisa, langkah kita nanti segera merenovasi ruangan yang terdampak kebakaran. Dan yang rusak mau tidak mau harus diganti,” jelasnya.

Terapkan Sistem Semi Online
Sementara kondisi bangunan SMPN 5 terlihat cukup memprihatinkan usai 20 bangunan kelasnya hangus terbakar. Sejumlah ruangan hanya tinggal tembok yang masih berdiri kokoh, sementara atapnya sudah roboh dan barang lainnya sudah ludes dilalap api. Ruang kelas lainnya juga sebagian masih ada atapnya yang sudah memutih serta sebagian plafondnya roboh menimpa bangku sekolah.

Di lokasi kejadian sudah terpasang garis polisi baik di sisi bangunan SMPN 5 maupun menuju lokasi sekolah tersebut juga terpasang garis polisi.
Dijumpai di sekolah, Kepala SMPN 5 Diah Astuti mengatakan, setelah dilakukan pendataan yang terbakar berjumlah 13 ruang kelas terdiri dari kelas 9 yang terbakar 8 lokal dan kelas 7 ada 5 lokal ditambah dengan ruang Osis, ruang UKS dan ruang marching band.

“Total ruang kelas berjumlah 24 lokal, yang terbakar berjumlah 13 lokal dan yang masih bisa digunakan kegiatan belajar mengajar 11 lokal,” terang Diah kepada Busam.ID, Rabu (20/3/2024).
Diah menyebut dari 13 lokal yang terbakar, siswanya berjumlah 446 siswa dan tindakan yang akan dilakukan saat ini adalah menyusun strategi yang kemungkinan menggunakan sistem bergiliran semi online.

“Rencananya kalau kelas 7 masuk kelas atau offline, sementara kelas 8 dan kelas 9 akan menggunakan sistem online belajar dari rumah, dan ini akan di rolling atau bergantian setiap 5 hari sekali. Di sekolah ini kami menggunakan sistem 5 hari kerja dan ini akan berlangsung hingga PPDB nanti kami akan ajukan ke Dinas Pendidikan,” ucapnya.

“Jika kelas 9 sudah selesai assessment maka nanti akan dibuat dua shift, misal kelas 7 masuk pagi dan kelas 8 masuk siang dengan 6 hari kerja,” jelasnya lagi. (adit/dic)
Editor: M Khaidi

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *