Balikpapan, Busam.ID – Menjelang perayaan Idul Fitri 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) mengambil langkah proaktif dalam memastikan pasokan listrik tetap stabil.
Selain menjaga keandalan sistem kelistrikan, PLN juga memberikan perhatian khusus pada kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung mobilitas pemudik yang menggunakan kendaraan listrik (EV).
General Manager PLN UID Kaltimra, Maria G.I. Gunawan, menegaskan PLN tidak akan meliburkan layanannya selama momen lebaran. Sebanyak 1.210 personel teknis dan Customer Care (CC) telah disiagakan sejak 20 Maret hingga 11 April 2025 guna memastikan kelancaran suplai listrik, khususnya saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri.
“Lebaran adalah momen penting bagi masyarakat, dan listrik menjadi kebutuhan utama, baik untuk ibadah maupun aktivitas sehari-hari. Kami memastikan pasokan listrik tetap terjaga selama periode ini,” ujar Maria.
Selain menjaga pasokan listrik di rumah tangga dan tempat ibadah, PLN juga mengantisipasi lonjakan permintaan energi bagi pengguna kendaraan listrik. Dengan meningkatnya tren penggunaan EV, PLN telah menyiapkan 72 SPKLU di 58 lokasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta menyediakan SPKLU mobile untuk mengakomodasi pemudik yang membutuhkan pengisian daya di perjalanan.
“Kami ingin memastikan bahwa pengguna kendaraan listrik bisa bepergian dengan nyaman tanpa kendala pengisian daya. Lewat aplikasi PLN Mobile, mereka dapat menemukan lokasi SPKLU terdekat dan merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” tambah Maria.
PLN juga memprioritaskan keandalan pasokan listrik di titik-titik strategis, seperti lokasi penyelenggaraan Salat Idul Fitri. Seluruh petugas akan bersiaga di lapangan pada hari H Idul Fitri guna memastikan tidak ada gangguan kelistrikan yang dapat menghambat jalannya perayaan.
Dengan berbagai langkah kesiapan ini, PLN berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang, tanpa perlu khawatir akan gangguan listrik. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


