Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menyalurkan bantuan perbaikan motor bagi warga yang diduga terdampak bahan bakar minyak (BBM) tidak layak, Senin (14/4/2025). Penyaluran digelar serentak di 10 Kecamatan se-Samarinda tersebut langsung diserbu warga antusias. Sejumlah Kecamatan bahkan melaporkan kuota bantuan cepat habis akibat tingginya jumlah warga yang mengajukan klaim.
Pantauan Busam.ID di Kecamatan Samarinda Kota menunjukkan antusiasme warga yang datang membawa sejumlah persyaratan, seperti nota perbaikan dari bengkel yang menyatakan kerusakan akibat BBM, fotokopi KTP dan STNK, serta kendaraan yang terdampak beserta dokumentasi foto atau video kondisi motor dan suku cadang yang diganti.
Karena kuota cepat habis, Aminah (38) salah seorang warga di Jalan Nusantara, Kelurahan Sungai Pinang Dalam mengaku kecewa karena kuota bantuan di Kecamatannya cepat habis meski ia datang di pagi hari.
“Motor saya sempat mengalami kendala mesin. Kata bengkel, BBM yang saya beli tercampur air, kejadiannya tanggal 2 April. Saya datang ke kantor Kecamatan sekitar jam 10 pagi, tapi katanya kuota sudah habis,” ujar Aminah.
Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan mengenai habisnya kuota di beberapa Kecamatan tersenut. Ia menegaskan seluruh warga yang memenuhi syarat tetap akan dilayani.
“Saya sudah menerima laporan dari beberapa Kecamatan, seperti Sungai Pinang yang kuotanya cepat habis. Saya sudah beri arahan agar klaim tetap dilayani. Karena pembagian kuota kemarin memang hanya perkiraan awal, belum mencerminkan jumlah riil di lapangan,” jelas Andi Harun.
Ia menambahkan, selama data dan bukti kerusakan valid sesuai keterangan bengkel, masyarakat tidak perlu khawatir.
“Semua warga Samarinda yang berdomisili dan terdampak akan tetap dilayani. Kalau hari ini belum bisa cair, besok atau lusa sudah bisa menerima bantuan. Dalam batas waktu seminggu kita persilahkan warga datang ke Kecamatan. Saya minta Camat untuk terus mendata dan memastikan bantuan sampai ke yang berhak,” tegasnya.
Pemkot Samarinda memastikan bantuan akan tetap disalurkan meski terjadi lonjakan jumlah klaim. Proses verifikasi dan pencairan dana akan dilakukan bertahap agar semua warga yang terdampak tetap mendapatkan haknya. (zul)
Editor: M Khaidir


