Samarinda, Busam.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) fokus mengatasi penyebaran tuberkulosis (TBC) dengan mengenalkan dan menangani infeksi laten TBC (ILTB).
“Perihal ini diambil sebagai bagian dari komitmen global dan nasional untuk eliminasi TBC pada tahun 2030, mengingat tingginya angka kasus tersebut di Indonesia,” ujar Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin.
Indonesia berada di peringkat kedua kasus TBC terbanyak setelah India, dengan estimasi 1.090.000 kasus dan 144.000 kematian per tahun. Kaltim sendiri baru menemukan 12.778 kasus atau 58,9 persen dari target 21.687 kasus.
“Tingginya angka kasus TBC aktif di Indonesia menyebabkan banyak populasi berisiko terkena ILTB,” jelasnya.
Sayangnya, capaian terapi pencegahan TBC (TPT) masih rendah. Di Kaltim, baru 1,8 persen kontak serumah yang mendapatkan TPT pada 2024.
“Untuk meningkatkan cakupan pemberian TPT dan mencapai target eliminasi 2030, tentunya diperlukan dukungan dari segala pihak. Terutama dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), organisasi profesi, dan komunitas,” tegasnya.
Webinar ini diharapkan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat terhadap pentingnya deteksi ILTB dan pemberian TPT.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


