Samarinda, Busam.ID – Keterbatasan pasokan air bersih selama musim kemarau berpotensi terjadi di Kota Samarinda, menyusul dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Samarinda mengimbau masyarakat menyiapkan penampungan air berukuran lebih besar sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan distribusi akibat penurunan debit air baku.
“Berdasarkan prediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), mulai April hingga sekitar Oktober terdapat potensi gejala El Nino yang dapat memberi dampak bagi wilayah Kaltim,” ucap Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Samarinda, Kaharuddin, Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dapat berdampak pada sistem produksi air bersih, seperti berkurangnya debit air hingga kemungkinan penghentian distribusi sementara jika pasokan tidak mencukupi.
Selain itu, pihaknya juga mewaspadai potensi intrusi air asin ke sumber air baku saat debit sungai menurun signifikan, yang dapat mengganggu proses pengolahan.
“Dampaknya biasanya terlihat pada sistem produksi, seperti berkurangnya debit air atau bahkan penghentian sementara. Jika terjadi intrusi air asin, hal itu yang menjadi perhatian kami,” katanya.
Karena itu, masyarakat diminta memiliki cadangan air di rumah untuk menjaga kebutuhan harian tetap terpenuhi saat terjadi gangguan layanan. “Masyarakat sebaiknya memiliki tempat penampungan air. Saat terjadi gangguan masih ada cadangan, dan ketika aliran kembali normal dapat diisi kembali,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir


