Samarinda, Busam.ID – Kaum perempuan tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi lebih dari itu dia memiliki peran penting dalam mencetak generasi bangsa.
Kaum hawa sangat krusial dalam menentukan pola pikir keluarga, utamanya terkait pemahaman intoleran dan radikalisme.
Untuk mencegah penyebaran faham intoleran dan radikalisme terhadap kaum perempuan, Forum Koordinasi Pencegahan Terosrisme (FKPT) Kaltim, menggelar Sosialisasi Cerdas Digital Satukan Bangsa Rabu (11/10/2023) siang.

Ketua FKPT Kaltim, Ahmad Jubaidi mengatakan pentingnya pembekalan terhadap kaum perempuan agar tidak terpapar faham intoleransi dan faham radikalisme. Karena berdasarkan data BNPT tahun 2022, tingkat indeks radikal perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
“Resentasi perempuan harus dibekali makanya hari ini digelar kegiatan Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif (TOP),” terang Ahmad Jubaidi.
Satu contoh, bom bunuh diri tidak hanya dilakukan oleh kaum laki-laki akan tetapi juga dilakukan oleh kaum perempuan.
“Contohnya kejadian bom di Surabaya, itu kan perempuan yang melibatkan satu keluarga,” imbuhnya.
Karena kaum hawa sangat rentan terpapar paham radikalisme demikian, Ahmad Jubaidi mengajak masyarakat bersama-sama untuk mencegahnya, dengan mengundang unsur organisasi perempuan di Samarinda dalam kegiatan tersebut.
“Mari kita mencegah faham-faham seperti ini agar perempuan tidak terpapar lagi di masa yang akan datang,” harapnya.
Menanggapi perihal aksi terorisme tersebut, pengamat Intelijen dan keamanan nasional Dr. Stepi Anriani mengatakan, terorisme modern ini tidak bisa dipetakan dan tidak bisa disepelekan karena sudah masuk lintas batas teritorial negara.
“Kalau di Kalimantan jarang terekspos. Tidak seperti daerah lain, Poso Sulawesi atau Jawa. Tapi dalam konteks hari ini memang terorisme medern tidak bisa kita petakan dan tidak bisa disepelekan. Bahkan mungkin dari yang namanya anak sekolah, main game itu kan penyebarannya. Jadi tidak harus dengan dandanan tertentu yang mengatakan bahwa dia telah terpapar faham-faham tersebut,” urainya.
Stepi Anriani mengharapkan masyarakat Kaltim siap dalam Sumber Daya Manusia- nya terlebih dalam menghadapi kehadiran Ibu Kota Negara. Langkah tersebut adalah dengan menambah wawasan kebangsaan dan kewaspadaan.
“Menurut saya sebelum IKN ini nanti ditempati, masyarakat harus sudah siap,. Jangan sampai nanti sudah ditempati oleh orang-orang pendatang kemudian sakit hati malah ada bom atau apa,” jelasnya.
Termasuk melihat kasus Hamas yang bisa masuk ke Israel. Keadaan di timur tengah itu harap Stepi jangan sampai memicu masyarakat Kaltim ingin membela Palestina dan lain-lainnya dalam konteks yang tidak tepat.
“Malah di sini yang menjadi Hamas,” cetusnya.
Stepi Ariani menyebut peran Kesabangpol menjadi poin penting dari Pemprov, Pemda, Kabupaten Kota yang harus dilibatkan agar radikalisme tidak berkembang di Kaltim.
“Termasuk kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan kampus yang berkolaborasi dengan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemda dan civitas akademis yang menjaga agar faham ini tidak menyebar luas,” jelasnya.
Kalimantan Timur dikenal dengan tambang minyak bumi, gas alam dan batu bara. Stepi Ariani mengharapkan jangan sampai investor luar yang menguasai dan menjadi pemicu ketidakadilan di masyarakat Kaltim.
“Salah satu motivasi terorisme yakni terjadinya ketidakadilan dan kesenjangan ekonomi,” ucapnya.
Apa yang harus dilakukan oleh kaum perempuan terkait masalah radikalisme, Stepi berpesan agar memahami dan amalkan ajaran agama yang moderat, selektif dalam memiliki pembimbing, selektif dalam memilih konten agama di media sosial, lakukan kontrol pergaulan anak-anak di sekolah maupun di masyarakat, lakukan kontrol penggunaan handphone pada anak, jalin silaturahmi dalam keluarga, waspadai jika anak anda tiba-tiba berubah menjadi pendiam dan mengurung diri dan jangan abaikan kearifan lokal. (Zul)
Editor : A Risa


