Sangatta, Busam.ID – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur(BBPJN Kaltim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp20.791.221.000 untuk pekerjaan perbaikan jalan pada ruas Simpang Perdau–Muara Lembak–Sangkulirang serta akses menuju Pelabuhan Maloy pada tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas prasarana transportasi sekaligus mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh PPK 2.3 BBPJN Kaltim.
Adapun lingkup pekerjaan mencakup penanganan satu titik longsoran sepanjang 35 meter, penambalan lubang di sejumlah segmen jalan, serta rehabilitasi mayor sepanjang 1,6 kilometer.
Selain itu, kegiatan pemeliharaan rutin juga dilakukan, di antaranya pembersihan drainase agar aliran air menuju saluran pembuangan berjalan lancar. Langkah ini dinilai penting untuk memperpanjang umur layanan jalan sekaligus menekan biaya pemeliharaan jangka panjang.
Perataan bahu jalan dan pengendalian tanaman liar di sisi jalan juga menjadi fokus pekerjaan. Upaya tersebut bertujuan agar air dapat langsung mengalir ke drainase tanpa hambatan serta memaksimalkan jarak pandang pengguna jalan.
PPK 2.3 BBPJN Kaltim, Musa Partogi, menegaskan bahwa perbaikan ini diprioritaskan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama menjelang arus mudik.
“Pekerjaan ini kami laksanakan sebagai bentuk komitmen menghadirkan jalan yang lebih mantap dan aman dilalui, khususnya dalam menghadapi arus mudik Lebaran 1447 H. Ruas ini merupakan jalur strategis, baik untuk mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik menuju Pelabuhan Maloy,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan longsoran menjadi perhatian serius mengingat masih terdapat beberapa titik rawan yang belum tertangani secara menyeluruh pada tahun ini.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan. Saat ini masih ada aktivitas alat berat di lapangan dan beberapa titik longsor yang belum tertangani di tahun 2026, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan,” tegasnya.
BBPJN Kaltim berharap, melalui penanganan ini, konektivitas wilayah di Kutai Timur hingga kawasan industri Maloy dapat semakin optimal serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(Adit)
Editor: M Khaidir


