Samarinda, Busam.ID – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang tersebar di kabupaten dan kota untuk lebih proaktif memantau kondisi pelayanan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan provinsi. UPTD diminta menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mendeteksi berbagai persoalan di lapangan agar dapat segera ditangani.
Arahan tersebut disampaikan Rudy saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (13/7/2026).
Menurut Rudy, keberadaan UPTD harus dimaksimalkan sebagai “mata dan telinga” Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia menegaskan setiap kerusakan jalan, terutama ruas yang kondisinya kritis atau terancam putus, harus segera dilaporkan sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum berdampak lebih luas kepada masyarakat.
“Tolong ini menjadi perhatian. Jangan sampai masyarakat harus berteriak karena jalan hampir putus. Aktifkan seluruh UPTD agar menjadi mata dan telinga Pemprov Kaltim,” tegas Rudy.
Selain menginstruksikan percepatan penanganan jalan rusak, Gubernur juga meminta seluruh ruas jalan provinsi dilengkapi fasilitas penerangan jalan melalui skema pembiayaan tahun jamak (multiyears).
Ia menilai keberadaan lampu penerangan jalan tidak hanya meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari, tetapi juga dapat membantu menekan potensi tindak kriminalitas di ruas-ruas jalan provinsi.
“Saya minta seluruh jalan provinsi dipasang lampu penerangan. Siapkan program multiyears agar seluruh ruas bisa terlayani,” ujarnya.
Untuk kawasan yang telah terhubung dengan jaringan listrik PT PLN, penerangan akan menggunakan lampu penerangan jalan umum (PJU). Sementara di wilayah yang belum menikmati pasokan listrik, pemerintah akan memasang Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) agar masyarakat tetap memperoleh akses jalan yang aman.
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.957/2023, total panjang jalan provinsi di Kaltim mencapai 938,85 kilometer. Hingga tahun 2025, tingkat kemantapan jalan provinsi tercatat 85,83 persen atau sepanjang 805,81 kilometer, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 82,71 persen atau 771,85 kilometer.
Pemprov Kaltim menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan terus berlanjut, seiring upaya menghadirkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan merata bagi masyarakat di seluruh wilayah Kaltim. (adit)
Editor: M Khaidir


