Sangkulirang, Busam.ID– Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 2.3 terus mengintensifkan pekerjaan peningkatan ruas jalan Muara Lembak–Sangkulirang. Penanganan difokuskan pada perbaikan kondisi jalan, pelebaran, penguatan bahu jalan, serta pembenahan sistem drainase guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di jalur strategis tersebut.
Ruas Muara Lembak–Sangkulirang menjadi salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Timur. Selain menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, ruas ini juga berperan sebagai koridor distribusi berbagai komoditas unggulan, seperti kelapa sawit, karet, hingga hasil pertanian.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, tingginya intensitas hujan serta lalu lintas kendaraan bertonase berat menyebabkan sejumlah titik bahu jalan mengalami kerusakan. Erosi, retakan, hingga longsoran kecil mengurangi lebar efektif jalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
PPK 2.3 BBPJN Kalimantan Timur, Musa Partogi, mengatakan penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pelapisan permukaan jalan, tetapi juga memperkuat struktur pendukung agar kerusakan serupa tidak mudah terulang.
“Pekerjaan di ruas Muara Lembak–Sangkulirang kami laksanakan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan badan jalan, penguatan bahu jalan hingga pembenahan sistem drainase. Tujuannya agar kondisi jalan tetap mantap, aman dilalui masyarakat, dan mampu mendukung kelancaran arus logistik di kawasan ini,” ujar Musa Partogi.
Ia menjelaskan, pekerjaan diawali dengan pembersihan area di sisi jalan dari material lepas, vegetasi liar, serta sisa-sisa erosi untuk memperoleh kondisi dasar yang stabil sebelum dilakukan penanganan lanjutan.
Selanjutnya, tim di lapangan melakukan pembenahan saluran drainase di sepanjang sisi jalan agar aliran air hujan dapat mengalir dengan baik dan tidak meresap ke struktur perkerasan maupun bahu jalan yang dapat memicu kerusakan.
Menurut Musa, sistem drainase menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga umur layanan jalan nasional, terutama pada wilayah dengan curah hujan tinggi seperti Kalimantan Timur.
“Pengendalian air menjadi salah satu prioritas dalam pekerjaan ini. Dengan drainase yang berfungsi optimal, risiko erosi maupun kerusakan pada badan jalan dapat diminimalkan sehingga umur konstruksi menjadi lebih panjang,” katanya.
Dengan selesainya penanganan tersebut, diharapkan ruang gerak kendaraan, khususnya angkutan logistik, menjadi lebih aman saat berpapasan di ruas jalan yang sebelumnya memiliki bahu jalan sempit akibat longsoran.
Selain meningkatkan keselamatan, kondisi jalan yang semakin baik juga diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh, menekan biaya operasional angkutan barang, serta memperlancar distribusi hasil perkebunan dan pertanian dari wilayah pedalaman menuju pusat-pusat ekonomi.
“Kami berharap pekerjaan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Infrastruktur jalan yang mantap akan mendukung aktivitas ekonomi, memperlancar konektivitas antarwilayah, dan meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan. Seluruh pekerjaan kami laksanakan dengan tetap mengedepankan kualitas agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” pungkas Musa.(Adit)
Editor: M Khaidir


