Bendungan Benanga Kritis, Jika tak Kunjung Turun Hujan PDAM Terancam Hentikan Produksi

Busam ID
Kondisi Bendungan Benanga Lempake yang mengalami kekeringan, Rabu (16/9/2026). Foto by Jokis

Samarinda, Busam.ID – Kondisi Bendungan Benanga di Lempake, Samarinda Utara, kini memasuki fase kritis akibat kekeringan ekstrem. Tinggi Muka Air (TMA) bendungan berada di level 6,4 meter, dan terus menurun setelah tidak mendapat tambahan air hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Unit Pengelola Bendungan Benanga, Hayu Wardana, mengatakan kondisi tersebut mulai berdampak langsung terhadap pengambilan air baku untuk kebutuhan PDAM.

“Saat ini, pengambilan air dari bendungan telah dikurangi hingga hanya sekitar 40 persen dari kapasitas sebelumnya, dengan debit yang masih bisa dimanfaatkan sekitar 100 liter per detik,” terang Hayu, Rabu (16/9/2026) saat ditemui di Bendungan Lempake.

Namun, kondisi tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama. Menurut Hayu, apabila TMA terus turun hingga 6 meter dan tidak ada hujan yang menambah volume air bendungan, PDAM diperkirakan hanya memiliki waktu sekitar 5 hingga 6 hari sebelum pengambilan air baku berpotensi terhenti.

“Mungkin hanya tinggal 5-6 hari lagi. Kalau tidak ada hujan yang masuk, PDAM sudah berhenti untuk produksi,” ujar Hayu.

Ancaman kekeringan tidak hanya berdampak pada pasokan air baku. Fungsi bendungan untuk kebutuhan pengairan juga telah dihentikan.
Pengairan di wilayah irigasi Belimau maupun Betapus sudah tidak dapat dilakukan dan telah dihentikan sejak awal September karena ketersediaan air yang semakin menipis.

Hayu menyebut, kondisi kekeringan di Bendungan Benanga telah berlangsung cukup lama. Hujan terakhir tercatat terjadi sekitar pertengahan hingga akhir Juli, dan sejak saat itu belum ada hujan yang kembali mengisi bendungan secara signifikan.

“Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, bantuan berupa pompa telah diberikan. BWS juga menyiapkan dukungan berupa tangki air apabila nantinya dibutuhkan,” tambahnya.

Dengan TMA yang kini berada di 6,4 meter dan batas kritis di sekitar 6 meter, hujan menjadi faktor penting untuk menambah waktu ketersediaan air baku PDAM.
Jika hujan tak kunjung turun, penurunan muka air Bendungan Benanga berpotensi semakin mempersempit pasokan air bagi masyarakat Samarinda.(Zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *