Samarinda, Busam.ID – Fasilitas driving range golf di area GOR Segiri Samarinda belum sempat beroperasi, namun salah satu tiangnya sudah roboh. Kondisi itu langsung dipertanyakan Komisi III DPRD Samarinda karena proyek tersebut belum genap setahun selesai dibangun.
“Kok bisa roboh, padahal ini baru dibangun. Umurnya belum setahun. Yang kita khawatirkan, jangan sampai nanti saat sudah dibuka justru terjadi kejadian lagi. Ini anggarannya juga besar,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, usai meninjau proyek tersebut, Selasa (3/3/2026).
Ia mangatakan, pembangunan driving range tersebut menelan anggaran sekitar Rp60 miliar termasuk fasilitas digital yang diklaim didatangkan dari Korea Selatan. Fasilitas itu disebut akan menjadi satu-satunya di Kalimantan dengan sistem digital.
“Kita ingin fasilitas yang dibiayai APBD ini benar-benar aman dan bisa dimanfaatkan masyarakat luas,” katanya.
Plt Kepala Dinas PUPR Samarinda, Hendra Kusuma, menjelaskan pekerjaan tersebut merupakan proyek tahun 2024. Secara umum, pihaknya menduga kelabilan struktur tanah menjadi penyebab utama.
Menurutnya, saat tiang mulai terlihat miring, pihaknya langsung menurunkan dan membongkar hingga ke lapisan pondasi bawah untuk dilakukan perbaikan. “Sudah kita bongkar sampai pondasi bawah untuk repair ulang,” ujarnya.
Terkait operasional, Hendra memastikan perbaikan akan dipercepat. “Secepatnya kita perbaiki. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini sudah ada progres signifikan,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


