Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut di Pipa Bawah Jembatan

Busam ID
Polisi menunjukkan lokasi jasad anak perempuan berusia 7 tahun yang ditemukan di bawah jembatan rumah warga, di Jalan Gunung Kapur 2, Lempake, Samarinda, Sabtu (29/11/2025). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Warga Gunung Kapur 2, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, digemparkan dengan penemuan jasad seorang anak perempuan berusia 7 tahun di bawah jembatan rumah warga, Sabtu (29/11/2025). Korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa setelah sempat dilaporkan hilang sejak pagi.

Ari Kurniawan (20), warga yang pertama kali menyadari keberadaan korban, menceritakan detik-detik penemuan jasad tersebut. Ia mengaku awalnya mengira benda yang tersangkut di pipa besi bawah jembatan rumahnya hanyalah sampah.

“Awalnya ada info dari keluarga korban. Saya lihat di bawah jembatan kayak ada sesuatu tersangkut di pipa. Kirain sampah. Setelah dilihat sama warga, ternyata ada rambut,” ujarnya.

Temuan itu segera mengundang perhatian warga sekitar. Namun tak satu pun berani mengevakuasi tubuh korban tersangkut. Situasi berubah ketika keluarga korban tiba di lokasi.

“Setelah itu warga rame, tapi nggak ada yang berani ngangkat. Begitu keluarga korban datang, barulah korban diangkat ke dalam rumah saya. Setelah itu saya info ke Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Inafis Polresta Samarinda,” jelas Ari.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah sangat memprihatinkan. Tubuhnya lemas, tanpa respons, dan berwarna kebiruan. Diduga kuat ia sudah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan.

Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 10.00 Wita oleh orang tuanya. Pencarian dilakukan oleh keluarga dan warga, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya jasad sang anak ditemukan sekitar pukul 16.36 Wita di kolong jembatan rumah Ari.

Ketua RT 13, Haryono, mengungkapkan korban dan keluarganya merupakan warga baru yang belum lama pindah dari Perangat, Kutai Kartanegara. Mereka baru tinggal beberapa hari di wilayah tersebut dan masih dalam proses mengurus surat pindah.

Haryono juga menambahkan korban pernah dilaporkan hilang sebelumnya saat berkunjung ke rumah neneknya. “Beberapa bulan lalu korban sempat hilang dan ditemukan di salah satu swalayan di Lempake. Saat ditemukan komunikasinya sulit. Sempat dibawa ke Dinas Sosial, tapi keluarganya menjemput,” jelasnya.

Kini, jasad korban telah dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Syahranie Samarinda untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab kematian. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *