Samarinda, Busam.ID– Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, menilai hasil undian yang menempatkan Pesut Etam di Grup A ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 menjadi tantangan besar sekaligus kesempatan berharga untuk menambah pengalaman di level kompetisi internasional.
Menurut Dandri, berdasarkan pengalaman klub pada keikutsertaan sebelumnya, seluruh lawan yang akan dihadapi memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap remeh. Karena itu, Borneo FC harus mempersiapkan diri lebih matang untuk menghadapi setiap turnamen yang dijalani musim ini.
“Kalau melihat hasil drawing kemarin, semua lawan adalah lawan berat. Dengan adanya beberapa kompetisi yang akan dijalani, Borneo FC harus memiliki kesiapan yang lebih baik dalam setiap turnamen atau kompetisi yang dihadapi,” ujarnya.
Ia mengatakan, komposisi Grup A harus dipandang sebagai momentum untuk menambah pengalaman tim dalam mengarungi persaingan di ajang tersebut.
“Kalau melihat isi Grup A, ini harus kita jadikan kesempatan untuk mengambil pengalaman dalam mengarungi kompetisi,” katanya.
Meski demikian, Dandri berharap jadwal pertandingan segera diumumkan agar tim pelatih dan manajemen dapat menyusun program persiapan secara lebih terukur. Menurutnya, kepastian jadwal sangat penting karena menjadi acuan dalam mengatur agenda latihan, perjalanan, hingga rotasi pemain.
“Ada baiknya jadwal itu sesegera mungkin ditetapkan sehingga tim bisa menyesuaikan. Jadwal tentu menjadi patokan kami untuk mempersiapkan tim,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan potensi benturan jadwal apabila sebagian besar pertandingan digelar pada periode yang sama, terutama sekitar September. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan klub yang harus tampil di lebih dari satu kompetisi.
Karena itu, Dandri berharap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru dapat berkolaborasi menyusun kalender kompetisi yang sinkron sehingga tidak ada klub yang dirugikan.
“Peran PSSI dan PT Liga nanti diharapkan bisa berkolaborasi dalam menyikapi jadwal Liga Indonesia agar semuanya sinkron. Jangan sampai seperti sebelumnya, ketika kami diminta mengubah jadwal,” tuturnya.
Ia menegaskan tidak ingin muncul anggapan adanya perlakuan istimewa terhadap klub tertentu akibat penjadwalan yang tidak seimbang. Namun, Dandri mengaku percaya pihak penyelenggara akan bekerja secara profesional.
“Saya tidak mau nanti muncul isu-isu di belakang, seperti ada yang dianakemaskan. Tapi saya percaya PSSI dan PT Liga diisi orang-orang yang profesional di bidangnya.
Mudah-mudahan jadwal bisa berjalan lancar karena perjalanan kompetisi selama sekitar 10 bulan ke depan memang membutuhkan ketelitian dari semua pihak,” pungkasnya.(Adit)
Editor: M Khaidir


