Samarinda, Busam.ID – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 2.4 terus melaksanakan pekerjaan preservasi jalan dan jembatan di ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat–Batu Ampar. Salah satu pekerjaan yang saat ini dilakukan adalah penggantian bearing pad Jembatan Projasam 1 di STA 26+942, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi jembatan agar tetap aman, andal, dan mampu memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat yang melintasi jalur nasional tersebut.
Dalam proses pelaksanaannya, tim konstruksi terlebih dahulu melakukan jack up girder atau pengangkatan balok jembatan menggunakan dongkrak hidrolik. Setelah struktur terangkat, bearing pad lama yang telah mengalami penurunan fungsi diganti dengan komponen baru sebelum dilakukan proses jack down atau penurunan kembali girder ke posisi semula.
PPK 2.4 BBPJN Kalimantan Timur, Muhammad Saleh, mengatakan penggantian bearing pad merupakan pekerjaan pemeliharaan yang sangat penting untuk menjaga kinerja struktur jembatan dalam jangka panjang.
“Penggantian bearing pad dilakukan untuk memastikan struktur jembatan tetap bekerja sebagaimana mestinya dalam menahan dan mendistribusikan beban kendaraan. Komponen ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas serta memberikan fleksibilitas terhadap pergerakan struktur akibat beban maupun perubahan suhu,” ujar Muhammad Saleh.
Ia menjelaskan, pekerjaan dilakukan dengan metode dan prosedur teknis yang ketat agar seluruh tahapan berjalan aman tanpa mengganggu kualitas konstruksi jembatan.
“Seluruh proses, mulai dari jack up, penggantian bearing pad, hingga jack down girder dilaksanakan secara bertahap dengan pengawasan teknis yang ketat sehingga keamanan struktur tetap terjaga selama pekerjaan berlangsung,” katanya.
Menurut Muhammad Saleh, kegiatan preservasi tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan yang terlihat, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk memperpanjang umur layanan jembatan serta mengurangi potensi kerusakan yang lebih besar di kemudian hari.
“Pekerjaan preservasi seperti ini merupakan investasi untuk menjaga keandalan infrastruktur jalan nasional. Dengan kondisi jembatan yang tetap prima, mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik dapat berjalan lebih aman dan lancar,” jelasnya.
BBPJN Kalimantan Timur juga mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
Melalui kegiatan preservasi yang dilakukan secara berkelanjutan, pemerintah berharap Jembatan Projasam 1 tetap berada dalam kondisi laik fungsi sehingga mampu mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kutai Timur maupun Kalimantan Timur secara keseluruhan.(Adit)
Editor: M Khaidir


