Samarinda, Busam.ID –Dilatari kondisi bangunan yang hampir semuanya terbuat dari kayu sehingga rawan musibah kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Samarinda turun ke Desa Loa Kumbar. Terlebih setelah instruksi Wali Kota Samarinda Andi Harun pada semua OPD, untuk lebih memperhatikan Desa Loa Kumbar di Kelurahan Loa Buah Kecamatan Sungai Kunjang, yang terbilang tertinggal di tengah hirup pikuk pembangunan Tepian sebagai Kota Peradaban.
Kedatangan BPBD tersebut untuk memberikan edukasi warga menghadapi kebencanaan di tengah perkembangan Desa Loa Kumbar.
“Kita lihat sendiri anak siswa SD 005 di sini perlu perhatian pemerintah. Oleh karena itu kami mengadakan sebuah permainan yang mengandung edukasi tangguh bencana terhadap mereka,” ujar Analis BPBD Kota Samarinda, Hamzah Sabtu (23/9/2023) siang.
Permainan tersebut untuk menambah wawasan para siswa tentang kebencanaan sehingga mereka dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan saat menghadapi bencana, seperti kebakaran dan lainnya.
“Wilayah ini kalau kita lihat secara demografi posisi daratannya cukup tinggi sehingga bisa terhindar dari bencana banjir. Hanya saja kalau untuk kebakaran masih rawan,” ujar Hamzah.
Pendapat Hamzah itu tak mengherankan, sebab setelah diperhatikan semua bangunan di Desa Loa Kumbar terbuat dari bahan kayu dan jarak antar bangunan cukup rapat.
“Kalau terjadi kebencanaan seperti kebakaran, akses menuju lokasi cukup jauh dan jalannya kurang bagus sehingga menyulitkan tim dari kota untuk mensupport bantuan,” terangnya.
Untuk itu Hamzah menyebut perlu dilakukan sosialisai tentang ketangguhan desa, termasuk di sekolah juga dibangun Sekolah Tangguh Bencana atau satuan pendidikan aman bencana.
Hamzah berharap, pelajar maupun warga di Desa Loa Kumbar lebih terlatih dalam hal penanganan jika satu saat terjadi suatu bencana. (Zul)
Editor : A Risa


