Samarinda, Busam.ID – Hujan deras mengguyur Kota Samarinda selama 2 jam menyebabkan genangan air dan banjir di sejumlah titik, Jumat sore (29/8/2025). Berdasarkan data dari BPBD Kota Samarinda dan relawan, total ada 24 titik yang terendam banjir, 1 pohon tumbang, dan 2 titik longsor.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan genangan paling parah terjadi di beberapa wilayah, termasuk halaman SDN 008 Mugirejo yang nyaris masuk ke dalam ruang kelas. Pihak BPBD dan tim terkait turun ke lapangan untuk memantau langsung.
“Kami dan tim BPBD menyebar ke beberapa titik, termasuk di Jalan Pramuka dan Kebun Agung. Di SDN 008 Mugirejo, genangan air cukup tinggi. Namun, kami melihat ada bekas-bekas banjir,” jelas Suwarso kepada Busam.ID.
Genangan air di SDN 008 Mugirejo menjadi perhatian khusus karena akan mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa. Suwarso menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, Asli Nuryadin dan hasilnya direncanakan pada tahun 2026 akan dilakukan rehabilitasi total untuk mencegah banjir di area sekolah tersebut.
Suwarso menuturkan, meskipun sempat tergenang parah, genangan air di sejumlah titik, termasuk di Simpang Alaya dan Jalan Mugirejo, sudah mulai surut. Ia membandingkan dengan kejadian sebelumnya, di mana genangan bisa bertahan hingga 2-3 jam, kini air surut lebih cepat, bahkan hanya dalam waktu sekitar 30 menit di beberapa lokasi seperti yang dilaporkan pihak sekolah.
“Ini menunjukkan percepatan penurunan, meskipun memang belum tuntas. Ini juga berkat penanganan drainase yang dilakukan oleh Pemkot. Namun, di daerah Pramuka memang sedikit lebih lambat karena dekat dengan Sungai Karang Mumus yang sedang pasang,” terang Suwarso.
Meskipun begitu, Suwarso menyebutkan genangan di Jalan Pramuka berangsur surut. Informasi terakhir dari tim di lapangan, ketinggian air sudah turun menjadi sekitar 15 cm, sehingga kendaraan roda dua sudah bisa melintas di Simpang Tiga Perjuangan Pramuka, sementara roda empat harus melintas dengan hati-hati. (zul)
Editor: M Khaidir


