Samarinda, Busam.ID – Pasca kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan P. Diponegoro Gang Selamat RT 12, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Kamis (2/10/2025) dini hari lalu, pemerintah setempat bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi para korban. Musibah ini menghanguskan kurang lebih 20 bangunan yang didominasi tipe bangsalan atau rumah sewa, dengan total mencapai 50 pintu.
Lurah Pelabuhan, Harry Santoso Abidin, menjelaskan posko bantuan korban bencana telah dibuka Jumat (3/10/2025) sejak pukul 07.30 Wita untuk menerima dan mendistribusikan bantuan.
“Kami membuka posko untuk menerima bantuan dari segenap warga seluruh Kota Samarinda yang akan kami sampaikan kepada warga-warga yang terdampak,” ujar Harry Santoso Abidin.
Hingga saat ini, kebutuhan dasar seperti sandang (pakaian) dan pangan sudah banyak diterima. Bantuan juga datang dari Dinas Sosial berupa pembukaan dapur umum yang berlokasi di halaman parkir Hotel Horizon, serta dari BPBD yang menyediakan tenda darurat bagi warga kehilangan tempat tinggal.
Meskipun sebagian besar kebutuhan sudah terpenuhi, Lurah Harry Abidin menyebutkan ada 1 kebutuhan yang dirasa masih kurang dan menjadi urgensi saat ini. “Yang urgensi alhamdulillah sudah terpenuhi semua, dan mungkin yang saat dibutuhkan adalah berupa pakaian dalam, pakaian dalam yang dirasa mungkin jumlahnya kurang,” jelasnya.
Selain itu, bantuan khusus juga disalurkan untuk warga rentan, yakni balita, bayi, ibu hamil, dan lansia, berupa barang-barang kebutuhan spesifik mereka.
Secara terpisah, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Samarinda, Sahidin Ahmad, menyatakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) jika korban bencana mencapai di atas 20 KK, maka Dinas Sosial wajib membuka dapur umum.
“Hasil investigasi kita kemarin ada sekitar 67 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 180 jiwa (data sementara Dinsos). Untuk kegiatan ini, kita sekali masak itu 200 bungkus, artinya 200 porsi. Itu pagi, siang, dan malam. Di total 600 bungkus 1 hari,” terang Sahidin Ahmad.
Rencananya, dapur umum ini akan beroperasi selama 3 hari dengan melibatkan sekitar 30 personel yang dibagi dalam 3 shift. Namun, Sahidin menegaskan kesiapan mereka untuk memperpanjang durasi operasional jika ada permintaan dari pihak kecamatan atau warga setempat. (zul)
Editor: M Khaidir


