Samarinda, Busam.ID – Pembangunan lapangan minisoccer di Voorvo yang disegel Wali Kota Samarinda, sebab lokasi sarana olahraga itu berdiri sedianya merupakan lahan kolam retensi pengendalian banjir, ditanggapi anggota Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra. Diwawancarai media ini Kamis (2/2/23) siang di kantornya, Samri menilai rencana Pemkot membangun kolam retensi atau folder antisipasi banjir, lebih dibutuhkan bagi seluruh warga Kota Tepian. Sedang sarana olahraga, diperlukan oleh komunitas sehingga lahannya bisa dicarikan alternatif di lain tempat.
Wakil rakyat Kota Tepian dengan ciri khas rambut jambul ini mengatakan, mendukung sepenuhnya rencana Pemkot Samarinda Andi Harun untuk menjadikan lahan milik Pemprov Kaltim di Voorvo sebagai lokasi kolam retensi penanggulangan banjir
“Apa yang direncanakan Wali Kota untuk pembangunan folder atau kolam retensi penanggulangan banjir, secara pribadi maupun kelembagaan wakil rakyat, saya sangat menyetujuinya. Karena memang daerah depan Lembuswana dan sekitarnya itu sangat rawan terjadi banjir,” kata Samri.
Anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, lapangan minisoccer juga merupakan kebutuhan warga kota yang hobi di permainan dan olahraga kaki. Namun karena kebutuhan lapangan minisoccer itu lebih untuk komunitas, maka bisa dicarikan alternatif lahan lainnya. Sehingga dikedepankanlah pembangunan kolam retensi yang diyakini berimbas banyak terhadap pengurangan volume banjir di kawasan Lembuswana dan sekitarnya.
Dengan demikian, Samri menilai UPTD Pemprov yang berwenang terhadap perizinan lapangan minisoccer itu mesti legowo mengalihkan peruntukan lahan tersebut. Terlebih ternyata rencana pembangunan kolam retensi itu sudah diagendakan Pemkot dan Pemprov jauh sebelumnya.
“Rencana kolam retensi atau folder itu kan bertujuan untuk penanggulangan banjir, jadi tidak ada alasan kita tidak mendukungnya,” tegas Samri.
“Masa daerah rawan banjir di sekitar Lembuswana, kita bangun foldernya di kawasan Jalan Abdul Wahab Syahrani, kan tidak nyambung. Tapi kalau lapangan minisoccer itu masih bisa dicarikan alternatif ke lahan yang lain,” sambungnya.
Terkait konfirmasi Pemkot tentang rencana pembangunan kolam retensi itu, Samri menyebut secara spesifik belum menerima informasi.
“Jadi kalau untuk penganggaran, wacana Wali Kota untuk membuat kolam retensi penanggulangan banjir, sejauh ini kami dari Komisi 3 yang bermitra dengan Dinas PUPR secara spesifik belum menerima informasinya. Mungkin masih digodok di internal Pemkot,” tanggapnya.
Menurut Samri, tata ruang lokasi Voorvo itu memang masuk wilayah pengendalian banjir, sehingga pantas Wali Kota sejak awal menyegel rencana pembangunan lapangan minisoccer, juga mengantisipasi agar jangan sampai pengusaha merugi banyak; sudah terlanjur mengeluarkan biaya besar pada akhirnya lapangan minisoccer itu akan dibongkar untuk kemudian dijadikan folder
“Kalau bicara anggaran sejauh ini dan sepengetahuan kami belum ada masuk. Apalagi kalau berbicara menggunakan APBD Kota Samarinda. Tapi saya tidak tahu kalau itu sudah masuk di APBD Provinsi sebagai bantuan keuangan untuk Samarinda,” pungkasnya. (zul)
Editor : Redaksi Busam.ID


