Balikpapan, Busam.ID – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan menegur para pedagang, khususnya di pasar tradisional yang seeenaknya menaikkan harga komoditas bahan pokok secara sepihak menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
Kepala Disdag Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menegaskan, pemerintah memiliki peran dalam menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat.
“Stok memang ada, tetapi yang paling utama adalah keterjangkauan harga. Persoalan utama di Balikpapan adalah distribusi, terutama karena sekitar 90 persen komoditas di kota ini berasal dari luar daerah,” ujarnya, Rabu (26/3/2025).
Ia menjelaskan, pemerintah terus berupaya bekerja sama dengan daerah penghasil guna memastikan kelancaran pasokan barang ke Balikpapan. Terlebih, Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk distribusi barang, terutama dengan keberadaan proyek strategis nasional dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Haemusri juga menekankan pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beberapa komoditas. Oleh karena itu, para pedagang diharapkan mematuhi aturan yang berlaku dan tidak menaikkan harga secara sepihak, terutama di pasar tradisional.
“Khususnya untuk komoditas yang saat ini sedang ramai diperbincangkan, seperti bumbu dapur dan cabai rawit. Harga cabai rawit sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram, meski kini sudah turun menjadi Rp80 ribu,” tambahnya.
Meski demikian, ia memastikan, stok bahan pangan utama seperti beras dan daging dalam kondisi aman. “Di Balikpapan, yang penting stok ada, berapa pun harganya tetap dibeli masyarakat. Tapi, tetap ada aturan yang harus diikuti terkait harga,” tandasnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


