Kategori: Samarinda, Kaltim
Samarinda, Busam.ID – Proses relokasi pedagang Pasar Pagi terus dipersiapkan Pemkot Samarinda. Langkah relokasi ini terkait revitalisasi atau pembangunan kembali Pasar Pagi dengan konsep kekinian serta multi fungsi.
Pemerintah Kota Samarinda. Sebelumnya, Dinas Perdagangan (Disdag) menginformasikan bahwa sekitar 2800 pedagang akan direlokasi. Namun, data ini rupanya mengalami revisi.
Setelah melakukan penghitungan di lapangan, terungkap bahwa dari 2800 pedagang yang awalnya diidentifikasi, hanya 2652 pedagang yang tercatat secara aktual dalam database milik Disdag Kota Samarinda.
Hal ini memunculkan perhatian serius dari pihak Disdag..Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Marnabas, menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun pedagang yang terlewatkan dalam proses relokasi nanti, ketika lokasi relokasi sudah ditentukan dan akan dijalankan.
“Untuk itu, kami berkomitmen untuk mencari data pedagang yang tersisa, yakni sekitar 148 pedagang yang belum masuk database Pemkot,” papar Marnabas.
Proses konsolidasi data pedagang ini menjadi langkah krusial dalam memastikan bahwa relokasi berjalan lancar dan adil bagi semua pedagang.
“Di samping itu, pihak kami juga sedang berusaha menemukan lokasi relokasi yang ideal untuk menampung semua pedagang tersebut,” jelasnya.
Relokasi ini merupakan bagian dari proyek revitalisasi Pasar Pagi yang telah diusulkan oleh Pemerintah Kota Samarinda.
“Rencananya, revitalisasi ini akan memberikan wajah baru bagi kawasan Pasar Pagi dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pedagang dan pengunjung,” ungkapnya.
“Proses relokasi akan tetap diawasi dan dilakukan secara transparan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak terlibat,” tutup Marnabas. (Ryan)
Editor : A Risa


