Samarinda, Busam.ID -Kebijakan terbaru Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di tahun 2023 untuk meningkatkan gaji yang diberikan kepada Jukir (Juru Parkir) binaan dari Rp1 Juta menjadi Rp 3,2 juta per bulannya, diapresiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda.
Anggota Komisi II DPRD, Laila Fatihah menilai kebijakan tersebut sangat tepat mengingat selama ini gaji yang diberikan kepada jukir resmi binaan sangatlah kecil.
“Bagus ya itu, dulu itu cuma Rp 1 jutaan, dinaikan sesuai UMK (Upah Minimum Kota) jadi Rp 3,2 juta. Ini bagus, setidaknya yang menjadi jukir resmi juga semakin semangat dan komitmen untuk tidak menarik uang cash ke masyarakat yang parkir di pusat perbelanjaan,” ungkap Laila kepada Busam.ID, Rabu (18/1/2023).

Ia juga mengatakan, terkait pembayaran non-tunai yang akan diterapkan terbaru ini, menjadi percontohan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat agar dapat terbiasa menggunakan pembayaran parkir non-tunai.
“Ini masih percontohan ya. Ada 40 titik yang akan diterapkan, nanti jukir akan diberikan mesin EDC (Electronic Data Capture). Melalui mesin EDC itu masyarakat bisa menggunakan kartunya untuk membayar parkir sekaligus melakukan top-up,” jelasnya.
Menurutnya, karena hal ini juga masih baru dan masyarakat masih belum terbiasa, harus gencar dilakukan sosialisasi agar masyarakat mau beralih ke parkir non-tunai.
“Kayak spion ya, dulu itu kan sebelum ada aturan tidak menggunakan spion di motor, maka akan ditilang. Akhirnya sekarang spion menjadi part wajib yang harus ada disetiap motor. Hal ini sama, masyarakat harus dipaksa beralih menggunakan non-tunai dengan cara yang bijak dan tidak memberatkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu menjelaskan, sebelumnya sudah ada salah satu skema untuk masyarakat agar beralih pembayaran ke non-tunai.
“Seperti ketentuan yang baru saja kita tetapkan ini ya, per 1 maret setiap Mall di Samarinda harus memperbanyak gate non-tunai dan tunai dengan perbandingan 70:30. Ini bagus karena jika gate tunai antri panjang, pasti mau tidak mau akan menggunakan gate non-tunai sehingga tidak perlu antri lagi, kita lihat hasilnya nanti,” jelasnya. **(RYAN)
Editor : Redaksi Busam,ID


