Hanya 32 Persen, Kutim Kekurangan Penyuluh dan Kader KB

Busam ID
Kepala DPPKB Kutim Ronny Bonar menyebut, pihaknya kekurangan tenaga kader dan penyuluh KB untuk mensukseskan pengentasan Stunting di Kutim. (Ft by Nan)

Sangatta, Busam.ID -Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim), Ronny Bonar, mengungkapkan terkait kurangnya jumlah kader dan penyuluh Keluarga Berencana (KB) yang memenuhi standar layanan di daerah tersebut.

“Saat ini kami masih kekurangan kader dan penyuluh di desa-desa,” ungkap Ronny Bonar di Kompleks Bukit Pelangi, Minggu (3/11/2023).

Menurut Ronny, penyuluh KB di Kabupaten Kutai Timur baru mencapai sekitar 32 persen dari standar total kebutuhan yang ditetapkan. Idealnya, setiap desa seharusnya memiliki minimal satu penyuluh KB. Tetapi di Kutim, angka tersebut belum mencapai setengahnya.

“Dengan total 45 penyuluh KB yang kami miliki, seharusnya setiap desa memiliki minimal satu orang penyuluh,” tambahnya.

Ketidakcukupan jumlah penyuluh KB menjadi kendala serius dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi penyuluhan, terutama mengingat kondisi geografis Kutai Timur yang luas dan beragam.

“Berbeda dengan tempat lain, mungkin mereka hanya butuh 3 orang penyuluh, karena sekali jalan bisa beberapa kecamatan sebab jarak antar kecamatan sangat dekat. Kami di Kutim terkendala jarak dan medan jauh,” paparnya.

Kutim masih memerlukan penyuluh KB hingga memenuhi 139 desa guna menurunkan angka stunting. Ronny Bonar mengatakan, untuk mengatasi hal ini, pihaknya bermaksud melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di kecamatan hingga desa.

“Alternatifnya sementara ini kami berkoordinasi dengan OPD lain untuk membantu penyuluh kami, seperti kader PKK, bidan-bidan di puskesmas dan lainnya,” ungkapnya.

Meski pun demikian, perlu dicatat bahwa tupoksi penyuluh KB pada tingkat desa mencakup Program Pengelolaan Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). program ini meliputi penyuluhan, pelayanan, penggerakan dan pengembangan di bidang pengendalian penduduk serta keluarga berencana. Dalam menghadapi tantangan ini, upaya koordinasi dan sinergi antar instansi menjadi kunci untuk meningkatkan layanan KB di Kutai Timur. (Nan/AdvKutim)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *